Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Arsenal Sering Kalah di Kandang, Arteta Tertekan

Senin 30 Nov 2020 19:52 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

Foto: EPA-EFE/Andy Rain
Arteta prihatin atas kekalahan kandang ketiga beruntun Arsenal di Liga Primer.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Arsenal Mikel Arteta berada dalam posisi tertekan usai timnya mengalami kekalahan 1-2 dari Wolverhampton Wanderers dalam pertandingan Liga Promer Inggris, di kandang sendiri, Stadion Emirates, Senin (30/11) dini hari WIB. Suara agar Arteta hengkang pun mulai bermunculan di media sosial.

Suara-suara itu bisa dimaklumi jika melihat posisi Arsenal di klasemen. The Gunners saat ini di urutan ke-14 klasemen sementara.

Posisi tersebut merupakan catatan terburuk Arsenal di awal musim sejak 1981. Skuat Gudang peluru telah mengalami lima kekalahan dalam 10 laga terakhir dan tiga kekalahan kandang dalam pertandingan terakhir.

"Itu adalah sesuatu yang pada hari saya memutuskan untuk menjadi pelatih, saya tahu bahwa suatu hari saya akan dipecat atau meninggalkan klub sepak bola, tetapi saya tidak tahu kapan itu akan terjadi," kata Arteta yang menyadari tentang posisinya sebagai pelatih dilansir dari BBC.

Arteta menyadari profesi sebagai pelatih penuh risiko. Oleh karena itu pelatih asal Spanyol itu tak khawatir dengan jabatannya yang terancam. Ia akan fokus membawa tim menuju penampilan terbaik.

Arteta sangat prihatin atas kekalahan kandang ketiga di Liga Primer Inggris berturut-turut. Aubameyang dan kawan-kawan bermain buruk. Ia pasang badan atas performa skuatnya di lapangan.

"Jelas saya sangat prihatin. Saya bertanggung jawab untuk itu, tetapi saya harus mengatakan reaksi tim, cara kami bermain babak kedua, adalah apa yang saya harapkan dari mereka, tetapi pada akhirnya keinginan dan kemauan untuk pergi dan mendapatkan hasil ada di sana,” kata Arteta usai laga dilansir dari Skysports.

Kendati demikian, Arteta mengeklaim pasukannya sudah menunjukkan keinginan memenangkan pertandingan. Berbagai peluang berhasil diciptakan namun tidak berbuah gol. Arteta kecewa kepada hasil akhir.

Arteta ditunjuk Arsenal sebagai pelatih pada Desember 2019 menggantikan Unai Emery yang dipecat. Sentuhan Arteta di awal kepelatihannya sempat menumbuhkan harapan. Gelar Piala FA dan Community Shield membuat fan Arsenal optimistis timnya bisa bersaing di empat besar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA