Senin 30 Nov 2020 17:00 WIB

Bintan Agendakan Kegiatan Olahraga Bertaraf Internasional

Iron Man dan Tour de Bintan di kawasan wisata Lagoi jadi kegiatan olahraga priotitas.

Tour de Bintan.
Foto: Antarafoto
Tour de Bintan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Provinsi Kepulauan Riau telah mengagendakan beberapa kegiatan olahraga bertaraf internasional tahun 2021 untuk memulihkan sektor pariwisata terdampak pandemi COVID-19.

Kegiatan olahraga, seperti Iron Man dan Tour de Bintan di kawasan wisata Lagoi tetap jadi prioritas, karena merupakan agenda rutin tahunan yang mampu mendatangkan ribuan peserta dari berbagai belahan negara di dunia.

Baca Juga

"Untuk tahun 2020 tidak kita gelar, karena kondisi COVID-19. Mudah-mudahan tahun 2021 dapat terlaksana, seperti tahun 2019," kata Kepala Dispar Bintan Wan Rudi, Senin (30/11).

Kendati demikian, pihaknya tetap mencari pola protokol kesehatan yang sesuai untuk melaksanakan kegiatan tersebut dikarenakan wabah COVID-19 diprediksi masih berlangsung hingga tahun 2021.

Rudi juga berharap tahun depan akses masuk wisatawan mancanegara ke Pulau Bintan kembali dibuka. Sebab kegiatan olahraga yang meliputi berenang, berlari, dan bersepeda menikmati pemandangan wisata alam Bintan itu memang didominasi peserta mancanegara.

Kalau pintu masuk wisman sudah dibuka, lanjut dia, ajang tersebut akan digelar dengan jumlah peserta terbatas dan protokol kesehatan yang ketat.

"Bisa juga, event ini digelar secara daring. Yaitu, peserta bersepeda atau berlari di negara masing-masing, tapi tetap terdaftar sebagai peserta kegiatan yang digelar di Bintan," tuturnya.

Lebih lanjut, Rudi menyampaikan agenda serta anggaran kegiatan Dispar 2021 sudah diusulkan ke DPRD Bintan, dengan harapan dapat disetujui sekaligus disahkan.

"Kalau sudah disahkan, kami segera susun jadwal pelaksanaannya," ujar Rudi.

Dia pun menegaskan bahwa seluruh kegiatan Dispar Bintan 2020 tidak bisa terlaksana imbas refocussing anggaran buat penanganan COVID-19 beserta dampaknya.

Sebagai penggantinya, lanjut Rudi, pihaknya fokus mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bintan untuk menerapkan protokol kesehatan berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan atau oleh Kementerian Pariwisata dikenal dengan istilah CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Hal itu guna meningkatkan kepercayaan konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah tantangan COVID-19.

"Tantangan di tengah pandemi ini adalah membuat konsumen percaya, kalau produk wisata yang ditawarkan aman dan sehat,” katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement