Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

UEA dan Yordania Kecam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Senin 30 Nov 2020 13:41 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Foto dari TV Iran IRIB menunjukkan lokasi serangan terhadap ilmuwan nuklir kenamaan Mohsen Fakhrizadeh, di Damavand, selatan Ibu Kota Tehran, Iran, 27 November 2020.

Foto dari TV Iran IRIB menunjukkan lokasi serangan terhadap ilmuwan nuklir kenamaan Mohsen Fakhrizadeh, di Damavand, selatan Ibu Kota Tehran, Iran, 27 November 2020.

Foto: EPA
Pembunuhan Fakhrizadeh dinilai dapat memicu konflik di kawasan.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania mengecam pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh. Sebelumnya Turki dan Qatar telah merilis pernyataan serupa.

Pemerintah UEA menilai pembunuhan Fakhrizadeh dapat memicu konflik lebih lanjut di kawasan. "Mengingat situasi saat ini di kawasan, UEA menyerukan semua pihak menahan diri secara maksimal agar wilayah itu terhindar dari tingkat baru ketidakstabilan dan ancaman terhadap perdamaian," kata Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA dalam sebuah pernyataan pada Ahad (29/11), dikutip laman Mehr News Agency.

Yordania turut mengecam pembunuhan Fakhrizadeh. Amman menyerukan upaya kolektif guna menghindari peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pada 27 November lalu, Fakhrizadeh diserang kelompok "teroris bersenjata" di timur Teheran. Baku tembak sempat terjadi antara pengawalnya dan kelompok penyerang. Namun Fakhrizadeh tetap tertembak.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Kementerian Pertahanan kemudian merilis informasi yang mengonfirmasi kematian Fakhrizadeh. Dalam keterangannya, mereka menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala organisasi riset dan inovasi di kementerian pertahanan.

Pejabat politik dan militer Iran menuding Israel sebagai dalang di balik serangan dan pembunuhan terhadap Fakhrizadeh. "Sekali lagi, tangan-tangan jahat Arogansi Global dan para pembunuh bayaran Zionis (Israel) telah ternoda oleh darah seorang putra Iran," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas aksi pembunuhan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa negaranya bakal tetap melanjutkan pekerjaan Fakhrizadeh. Meski informasi terkait dirinya tak banyak diketahui, tapi banyak laporan yang menyebut bahwa Fakhrizadeh merupakan tokoh utama di balik pengembangan nuklir Iran.

Menteri Kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengatakan negaranya sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan Fakhrizadeh. "Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Bukan karena bibir saya tertutup karena saya yang bertanggung jawab, saya benar-benar tidak tahu," kata Hanegbi kepada Meet the Press N12 pada Sabtu (28/11), dikutip laman Al Arabiya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA