Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Implementasikan Kampus Merdeka, IPB Gelar CEO School

Senin 30 Nov 2020 12:50 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kampus IPB

Kampus IPB

Foto: Dok IPB
CEO School akan memberikan pelatihan kepada pengusaha muda bidang pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  IPB University menyiapkan ribuan agripreuneuur atau pengusaha pertanian melalui Program CEO School. Program ini akan memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pengusaha muda.

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan pengembangan usaha pertanian berbasis perdesaan memiliki prospek sangat baik. Bahkan pada saat pandemi hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,15 persen secara tahunan.

“Melalui pendampingan oleh mahasiswa IPB University, BUMDES dapat terus memainkan peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa selama dan pasca pandemi COVID-19,” kata Arif.

Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University melaksanakan kegiatan CEO School yang diikuti sekitar 1000 peserta yang terdiri dari mahasiswa IPB University, alumni muda dan perwakilan dari pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Jawa Barat.

Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University Alim Setiawan Slamet mengatakan kegiatan CEO School akan dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 28 November sampai dengan 1 Desember 2020.

“Para peserta terpilih akan ditempatkan di enam Kabupaten dan 53 desa yang menjadi binaan IPB University dan Astra International. Nantinya, mereka inilah yang akan mendampingi BUMDES dalam menjalankan bisnisnya melalui Program One Village One CEO,” jelas Dr Alim.

CEO School tahun 2021 akan menjadi rangkaian pelaksanaan bentuk kegiatan pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pelaksanaan ini akan terintegrasi antara magang, proyek di desa, penelitian dan wirausaha.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA