Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

WHO: Kematian Akibat Malaria Lebih Tinggi dari Covid-19

Senin 30 Nov 2020 13:15 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

WHO memperingatkan kematian akibat malaria akan lebih tinggi dari Covid-19 di Afrika. Ilustrasi.

WHO memperingatkan kematian akibat malaria akan lebih tinggi dari Covid-19 di Afrika. Ilustrasi.

Foto: AP/Jerome Delay
WHO memperingatkan kematian akibat malaria akan lebih tinggi dari Covid-19 di Afrika

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kematian akibat malaria akan lebih tinggi daripada Covid-19 di sub-Sahara Afrika. Kondisi ini terjadi akibat layanan untuk mengatasi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini terganggu dengan pandemi yang terjadi.

"Kemungkinan besar kematian akibat malaria lebih besar daripada kematian langsung akibat Covid," ujar  direktur program malaria WHO, Pedro Alsonso, Senin (30/11).

Laporan global terbaru WHO menjelaskan lebih dari 409 ribu orang di seluruh dunia terbunuh oleh malaria tahun lalu. Kebanyakan dari mereka adalah bayi di bagian termiskin Afrika. Dengan terjadi Covid-19, hampir pasti akan membuat angka itu lebih tinggi pada 2020.

"Perkiraan kami bergantung pada tingkat gangguan layanan (karena Covid-19). Mungkin ada lebih dari 20 ribu dan 100 ribu kematian akibat malaria di suatu tempat antara 20 ribu dan 100 ribu di sub-Sahara Afrika, kebanyakan terjadi pada anak-anak," ujar Alsonso.

WHO menemukan ada 229 juta kasus malaria secara global pada 2019. Meskipun tantangan pandemi Covid-19 belum pernah terjadi sebelumnya, banyak negara di seluruh dunia telah berjuang keras dan bertahan melawan penyakit tersebut. "Keberhasilan jangka panjang dalam mencapai dunia bebas malaria dalam satu generasi masih jauh dari pasti," kata Alsonso.

Beberapa negara Afrika yang paling parah terkena malaria telah berjuang untuk membuat kemajuan yang signifikan sejak 2016. Penularan malaria yang terus-menerus melalui nyamuk di banyak bagian dunia, separuh populasi global berisiko tertular penyakit. Fokus pendanaan dan perhatian global telah dialihkan, membuat kemungkinan kematian anak yang dapat dicegah terhalangi.

Direktur eksekutif Global Fund untuk memerangi AIDS, tuberkulosis, dan malaria, Peter Sands, mengatakan temuan laporan WHO sangat pas. “Dunia kesehatan global, media, dan politik, semuanya terpaku pada Covid. Namun kami tidak begitu memperhatikan penyakit yang masih menewaskan lebih dari 400 ribu orang setiap tahun, terutama anak-anak," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA