Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

'Generasi Muda Jangan Terpengaruh Politik Uang di Pilkada'

Senin 30 Nov 2020 22:35 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof Widodo Muktiyo

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof Widodo Muktiyo

Foto: Istimewa
Generasi muda harus menjaga idealisme yaitu memilih pemimpin yang terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemilihan Serentak adalah ruang rakyat diberikan kekuasaan dan hak untuk memilih pemimpinnya. Inilah perwujudan kedaulatan rakyat untuk menetapkan pemimpin.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Widodo Muktyo mengatakan, masyarakat khususnya generasi muda jangan sampai tidak menyalurkan hak pilih. Menurut Widodo, hak politik yang diberikan oleh negara harus ditunaikan dengan baik, dengan cara menjaga idealisme yaitu memilih pemimpin yang terbaik, bukan karena iming-iming uang.

“Idealisme generasi muda dituntut (dalam Pemilihan). Jangan mau diberi uang untuk memilih kandidat tertentu, meskipun sedang sulit. Inilah harga diri generasi muda dalam memilih pemimpin. Termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan, saya yakin teman-teman semuanya telah mendapatkan informasi dalam penerapannya,” ujar Widodo dalam rilisnya, Senin (30/11).

Kita ingin di era saat ini lanjut Widodo, Indonesia menjadi negara demokratis yang lebih baik serta melahirkan pemimpin yang berkualitas, pemimpin yang merefleksikan masyarakat. Proses memilih pemimpin yang berkualitas itu kata Widodo membutuhkan perilaku dalam memilih yang menerapkan Luber dan Jurdil.

Lebih jauh Widodo memaparkan, dalam mencari sosok pemimpin terbaik, maka generasi muda harus mencari informasi sebanyak mungkin. Di era post truth, generasi muda harus sadar untuk tidak mudah terpengaruh karena informasi tersebut bisa berupa narasi manipulatf yang kebenarannya dipertanyakan.

“Nalar anak muda dituntut untuk mengkombinasikan akal dan hati memilih pemimpin yang sebaiknya seperti apa. Karakteristik di tengah pandemi yang membutuhkan kecerdasan digital agar tidak salah memilih informasi,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, akademisi dari Universitas Telkom, Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia, Dr. Andry Alamsyah mengajak generasi muda untuk mulai menetapkan pilihan dari sekarang setelah melakukan penelusuran terkait calon pemimpin sebagaimana yang diimbau oleh Dirjen IKP tersebut.

“Tidak lama lagi kita akan menghadapi pemilihan serentak, mulai dari sekarang kita harus aware, lihat kiri kanan, kita harus lihat apa yang kita baca, sudah harus mulai menetapkan pilihan. Dan juga mulai melihat apakah ada pelanggaran dan juga mulai mengingatkan lingkungan kita apakah ada hoax ataupun disinformasi,” ujar Andry.

 
 

BERITA LAINNYA