Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pandemi Covid-19 Membawa Dampak Baik Bagi Sungai Citarum

Senin 30 Nov 2020 12:08 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Alat berat mengeruk endapan lumpur dari aliran Sungai Citarum di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (30/9).

Alat berat mengeruk endapan lumpur dari aliran Sungai Citarum di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (30/9).

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Menurut Kang Emil, pencemaran sampah di DAS Citarum diketahui menurun selama pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) sekaligus Dansatgas Citarum Harum, M Ridwan Kamil mengatakan, pandemi Covid-19 ternyata ada dampak baik terhadap kondisi Sungai Citarum. Sejauh ini, dari laporan yang diterimanya, pencemaran sampah di daerah aliran sungai (DAS) Citarum diketahui menurun.

"Covid-19 ini ternyata memberikan dampak baik pada pencemaran juga, karena jumlah sampah menurun," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Kota Bandung, Jabar, Senin (30/11).

Kondisi membaiknya Sungai Citarum tersebut disampaikan Kang Emil, saat menjadi narasumber webinar IATPI Jabar-Satgas Citarum #Seri3 Sampah Citarum Riwayatmu Doeloe, dari Gedung Pakuan Bandung. Kendati demikian, kata dia, sampah, khususnya yang berasal dari rumah tangga, masih ditemui.

Namun, volumenya jmenurun dibanding saat sebelum ada Covid-19. "Hari ini sampah, khususnya limbah rumah tangga, memang masih ada, tapi kalau dibandingkan dengan sebelumnya, volume sampahnya kini sudah jauh menurun," ujar Kang Emil.

Dia menjelaskan, pada 2019, penanganan timbunan sampah mencapai 46 persen. Sementara target hingga akhir 2020, bisa mencapai 70 persen. "Target tahun ini melebihi setengahnya dan seterusnya sampai 2025. Kita harap penanggulangan dan pengelolaan sampah yang ada di DAS Citarum bisa dikelola sepenuhnya oleh sistem," tutur Kang Emil.

Menurut dia, pandemi Covid-19 memungkinkan lingkungan melakukan pemulihan sendiri (self healing), sehingga aktivitas masyarakat berkurang dan diikuti menurunnya volume sampah. "Mungkin Covid-19 adalah cara lingkungan melakukan reboot terhadap dirinya sendiri," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA