Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Pelatih Roma: Kami Membuat Semuanya Jadi Mudah Buat Napoli

Senin 30 Nov 2020 09:28 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Bomber Napoli Napoli Dries Mertens (kiri) melepaskan tembakan yang menghasilkan gol ketiga timnya ketika menghadapi AS Roma, Senin (30/11).

Bomber Napoli Napoli Dries Mertens (kiri) melepaskan tembakan yang menghasilkan gol ketiga timnya ketika menghadapi AS Roma, Senin (30/11).

Foto: EPA-EFE/CIRO FUSCO
Kesalahan demi kesalahan dibuat oleh lini belakang Roma.

REPUBLIKA.CO.ID, NAPLES -- Dengan modal kemenangan beruntun di lima laga sebelumnya di semua ajang, AS Roma berharap melanjutkan tren positif ini kala bertandang ke markas Napoli pada pekan kesembilan Serie A, Senin (30/11) dini hari WIB.


Namun, lawatan ke Stadion San Paolo itu berubah menjadi mimpi buruk buat tim asal Ibu kota Italia tersebut. Tidak tanggung-tanggung, empat gol bersarang di gawang I Giallorossi.

Gol tendangan bebas Lorenzo Insigne pada menit ke-31, kemudian sepakan terarah Fabian Ruiz dari luar kotak penalti, hingga torehan dua gol, yang masing-masing dicetak Driers Mertens dan Matteo Politano, membuat Roma pulang dengan tangan hampa.

''Sangat simpel, kami tidak menunjukan keberanian yang cukup dan tidak melakukan apapun yang membuat kami layak mendapatkan poin di laga ini. Kami mungkin bukan tim terbaik di dunia, tapi kami juga bukan tim terburuk di dunia. Kami kehilangan agresivitas, kurang berani. Jelas ini bukanlah performa yang saya harapkan,'' tutur pelatih AS Roma, Paulo Fonseca, seusai laga seperti dilansir Football Italia, Senin (30/11).

Padahal, tutur Fonseca, anak-anak asuhnya mengawali laga ini dengan cukup apik. Namun, serangkaian kesalahan demi kesalahan membuat kepercayaan diri Edin Dzeko dan kawan-kawan terus turun, sementara Napoli mampu memaksimalkan kesalahan-kesalahan tersebut.

Setidaknya ada tiga aspek yang disorot Fonseca dalam performa anak-anak asuhnya di laga tersebut. ''Ruang antar lini terlalu besar, tidak melakukan tekanan, dan gampang kehilangan kendali bola. Kami membuat semuanya menjadi begitu mudah buat Napoli. Kesalahan di lini belakang kami meningkatkan kepercayaan diri mereka. Garis pertahanan kami terlalu dalam dan kami memiliki lubang besar di dua sisi sayap,'' kata pelatih asal Portugal tersebut.

Laga di Stadion San Paolo itu memang sedikit berbeda. Tim tuan rumah seolah memiliki motivasi tambahan untuk bisa meraih tiga angka. I Partenopei bertekad memetik kemenangan di laga itu demi memberikan penghormatan terhadap legenda klub, Diego Armando Maradona, yang meninggal dunia pada pertengahan pekan lalu.

Namun, Fonseca menegaskan, kondisi itu sebenarnya tidak memiliki banyak pengaruh terhadap hasil di laga itu. ''Buat para pecinta sepak bola, yang menyaksikan Maradona tampil di atas lapangan, hari ini memang sedikit berbeda. Namun, begitu laga dimulai, kami fokus untuk bisa tampil semaksimal mungkin. Saya rasa, motivasi tambahan Napoli itu tidak mempengaruhi hasil di laga ini,'' kata Fonseca.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA