Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Soal Habib Rizieq, Mahfud: Pemerintah akan Tindak Tegas

Ahad 29 Nov 2020 20:43 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD

Foto: Kemenpolhukam
Mahfud mengatakan penelusuran kontak merupakan tindakan kemanusiaan nondiskriminatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah akan mengambil langkah dan tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan kesehatan. Hal tersebut berkenaan dengan sikap Habib Rizieq Shihab yang menolak dilakukan pelacakan kontak setelah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. 

"Terkait dengan itu maka pemerintah juga menegaskan akan terus dilakukan proses-proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi kebaikan bersama dan dalam rangka tugas untuk melaksanakan upaya pencapaian tujuan negara," kata Mahfud MD dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad (29/11).

Dia mengatakan, penelusuran kontak merupakan tindakan kemanusiaan yang bersifat nondiskriminatif sehingga siapapun wajib mendukungnya. Sebab itu, dia meminta Habib Rizieq Shihab agar bersikap kooperatif untuk penegakan hukum. 

Baca Juga

Menurutnya, Habib Rizieq tidak perlu keberatan memenuhi panggilan aparat hukum dan memberikan keterangan yang diperlukan demi keselamatan bersama kalau merasa dirinya sehat. Dia mengatakan, kalaupun merasa sehat maka Habib Rizieq tentu tidak akan menulari orang lain.

Namun, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengingatkan posisi Rizieq sebagai tokoh yang kerap dikerumuni publik berpotensi ditulari virus. Hal itu terjadi menyusul kontak erat dengan orang banyak yang secara teknis kesehatan berbahaya bagi penularan Covid-19.

"Kami menyesalkan sikap Rizieq Shihab yang menolak penelusuran kontak mengingat dia pernah melakukan kontak erat dengan pasien covid-19," katanya.

Sebelumnya, Habib Rizieq sempat dirawat di RS Ummi Bogor sejak Rabu (25/11). Dia juga sempat masuk IGD karena diduga kelelahan akibat banyaknya kegiatan setelah kembali ke Tanah Air.

Selama masa perawatan, Rizieq menolak kunjungan siapapun, bahkan oleh anggota organisasinya. Dia disebut sedang ingin istirahat total.

Habib Rizieq Shihab beserta istri meninggalkan RS Ummi pada Sabtu malam. Dia pergi meninggalkan rumah sakit melalui pintu belakang yang diduga sebagai tempat penyimpanan atau gudang obat.

Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat mengatakan kepulangan Rizieq atas permintaan sendiri. RS Ummi telah mengedukasi pasien dan keluarga sebelum pulang. Sebab, hasil pemeriksaan terhadap pasien yang bersangkutan belum keluar. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA