Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Pembunuhan Ilmuwan Iran, Inggris Khawatirkan Situasi Kawasan

Ahad 29 Nov 2020 20:11 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya

Foto dari TV Iran IRIB menunjukkan lokasi serangan terhadap ilmuwan nuklir kenamaan Mohsen Fakhrizadeh, di Damavand, selatan Ibu Kota Tehran, Iran, 27 November 2020.

Foto dari TV Iran IRIB menunjukkan lokasi serangan terhadap ilmuwan nuklir kenamaan Mohsen Fakhrizadeh, di Damavand, selatan Ibu Kota Tehran, Iran, 27 November 2020.

Foto: EPA
Ilmuwan nuklir Iran diserang kelompok bersenjata di timur Teheran pada Jumat (27/11).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengutarakan kekhawatirannya terkait situasi di kawasan pasca-pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran. Kendati demikian, ia mengisyaratkan tak dapat menerima pembunuhan tersebut. 

"Kami prihatin tentang situasi di Iran dan kawasan yang lebih luas, kami ingin melihat penurunan ketegangan," kata Raab kepada Sky News pada Ahad (29/11). 

Raab menyadari belum banyak fakta terungkap terkait pembunuhan ilmuwan nuklir Iran yang diketahui bernama Mohsen Fakhrizadeh. Inggris pun masih menunggu untuk memperoleh informasi tersebut. 

Baca Juga

"Tapi saya akan mengatakan bahwa kami tetap berpegang pada aturan hukum humaniter internasional yang sangat jelas menentang penargetan warga sipil," ujar Raab.

Pada Jumat (27/11) lalu, Mohsen Fakhrizadeh diserang kelompok "teroris bersenjata" di timur Teheran. Baku tembak sempat terjadi antara pengawalnya dan kelompok penyerang. Namun Fakhrizadeh tetap tertembak.Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. 

Kementerian Pertahanan kemudian merilis informasi yang mengonfirmasi kematian Fakhrizadeh. Dalam keterangannya, mereka menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala organisasi riset dan inovasi di kementerian pertahanan.

Pejabat politik dan militer Iran menuding Israel sebagai dalang di balik serangan dan pembunuhan terhadap Fakhrizadeh. "Sekali lagi, tangan-tangan jahat Arogansi Global dan para pembunuh bayaran Zionis (Israel) telah ternoda oleh darah seorang putra Iran," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas aksi pembunuhan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa negaranya bakal tetap melanjutkan pekerjaan Fakhrizadeh.

Meski informasi terkait dirinya tak banyak diketahui, tapi banyak laporan yang menyebut bahwa Fakhrizadeh merupakan tokoh utama di balik pengembangan nuklir Iran.

Menteri Kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengatakan negaranya sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan Fakhrizadeh. "Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Bukan karena bibir saya tertutup karena saya yang bertanggung jawab, saya benar-benar tidak tahu," kata Hanegbi kepada Meet the Press N12 pada Sabtu (28/11), dikutip laman Al Arabiya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA