Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Jubir Wapres Minta Aparat Buru Pelaku Teror Pembunuhan Sigi 

Ahad 29 Nov 2020 17:18 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi.

Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Jangan sampai masyarakat di sekitar ketakutan dengan aksi keji di Sigi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi meminta aparat keamanan segera memburu dan mengusut pelaku pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Dusun Tokelemo, Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11). Masduki mengatakan, hal ini untuk memastikan  keamanan masyarakat pascaaksi teror yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. 

Masduki mengatakan, jangan sampai masyarakat di sekitar ketakutan dengan aksi keji tersebut. "Saya kira harapan masyarakat sangat besar, bagaimana keamanan masyarakat di sekitar kejadian tetap terayomi, masyarakat bisa beribadah, berkegiatan ekonomi, maupun sosial dengan nyaman tanpa ada ketakutan," ujar Masduki saat dihubungi pada Ahad (29/11).

Masduki pun memastikan, Wapres Ma'ruf Amin akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, Polri maupun TNI untuk memastikan keamanan masyarakat di Sulawesi Tengah. Termasuk agar aparat segera menuntaskan para pelaku teror yang belum tertangkap.

Baca Juga

"Tentu saja Wapres akan berkoordinasi dengan pihak pihak keamanan terkait, Polhukam, Polri agar di Sulteng itu, keamanan masyarakat disana betul betul terjaga dan gembong terorisme itu bisa segera ditangani," ujar Masduki.

Masduki juga berharap masyarakat bisa menahan diri dan tidak mengaitkan pembunuhan sadis ini dengan konflik keagamaan. Senada dengan pernyataan beberapa ormas keagamaan, Masduki menegaskan tidak ada agama manapun yang membenarkan tindakan bersifat teror atau kekerasan.

"Karena itu harapan banyak agar jangan mengaitkan ini dengan urusan agama, itu saya kira itu satu hal yang benar, karena kalau itu sampe dihubung-hubungkan dengan agama, itu pasti akan menganggu kerukunan agama yang sudah terbangun  di Indonesia," kata Masduki.

Ia melanjutkan, jika pun ada pihak yang mengaitkan tindakannya dengan agama itu adalah bentuk teror yang berjubah agama. "Baik Islam atau agama lain, itu pasti itu namanya teror berjubah agama saja dan itu tidak dibenarkan oleh agama apapun," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA