Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Permintaan Produk Aksesoris Otomotif Mulai Naik

Sabtu 28 Nov 2020 14:25 WIB

Rep: santi sopia/ Red: Hiru Muhammad

Warga saat akan membeli aksesoris yang dijual pedagang kaki lima pada hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (25/8).

Warga saat akan membeli aksesoris yang dijual pedagang kaki lima pada hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (25/8).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kategori produk otomotif seperti pengharum mobil, pemberish jok atau helm.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejak terjadinya pandemi Covid-19 di awal 2020, trafik pembelian produk hobi atau di luar kebutuhan primer sempat menurun. Akan tetapi dalam satu sampai dua bulan terakhir, peminat produk hobi, termasuk otomotif mulai bergeliat.

“Kalau pakaian, sepatu wanita dan pria jumlah terbesar, tapi otomotif sempat menurun karena pandemi, namun sekarang sudah tinggi sejak Oktober,” kata Haikal Bekti Anggoro, SVP Traffic Operations & Sellers Engagement, Lazada Indonesia, Jumat (27/11).

Kategori produk otomotif itu seperti pengharum mobil, kuas pembersih jok, helm dan produk terkait kendaraan lainnya. Jadi, menurut Haikal, peluang bagi penjual sudah terbuka kembali. Begitu juga aksesori elektronik dan terakhir, peminat jam tangan serta perhiasan juga mulai naik kembali.

Haikal menambahkan sejak bulan Maret, banyak tren baru yang ditemukan. Contohnya, tren masker mulut yang 36 kali lipat dibandingkan Januari. Lalu peminat sepeda lipat naik 10 kali lipat, berikutnya permintaan buah kurma yang meningkat pada April-Mei dengan angka kenaikan 5,3 kali lipat, dan produk aglonema baik 15 kali lipat.

“Jadi itu fakta unik, di Januari masker wajah, ketika Maret jadi masker medis, masker kain dan masker scuba yang menurun karena keluar imbauan harus tiga layer,” tambah Haikal.

Adapun Lazada tetap mencatat pertumbuhan 100 persen yoy. Faktor ini tidak terlepas dari PSBB yang mendorong masyarakat untuk memilih belanja daring. Diharapkan angka transaksi juga naik pesat saat Harbolnas dibandingkan promo 11.11 lalu. “Kalau 11.11 itu kan pemanasan dan Harbolnas puncaknya, kita sudah persiapkan,” kata Haikal.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA