Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Mandzukic Masih Bungkam Soal 'Didepak' Juve

Sabtu 28 Nov 2020 08:05 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Mario Mandzukic saat masih berkostum Juventus.

Mario Mandzukic saat masih berkostum Juventus.

Foto: EPA-EFE/SIMONE ARVEDA
Sempat ke Liga Qatar, Mandzukic kini tak punya klub.

REPUBLIKA.CO.ID, ZAGREB -- Mario Mandzukic akan selalu menjadi salah satu idola penggemar Juventus. Nyaris lima tahun ia berkostum Bianconeri.

Agen Mandzukic, Ivan Cvjetkovic mengatakan kliennya masih sering mendapat pesan dari banyak Juventini. Sang bomber menyukai interaksi tersebut.

Namun tidak lebih dari itu. Eks Atletico Madrid itu tak mau membahas semua yang terjadi antara dirinya dan Bianconeri. 

"Dia belum merilis wawancara sejak dia meninggalkan Juve. Dia memilih untuk tidak membicarakan apa yang terjadi," kata Ivan kepada Tuttosport, dikutip dari Football Italia, Sabtu (28/11).

Mengapa demikian? Hanya Mandzukic yang mampu menjawabnya secara gamblang.

Pada intinya, penyerang asal Kroasia itu seperti 'dibuang' oleh si Nyonya Tua.

Mandzukic termasuk pemain utama Juventus di era Massimiliano Allegri. Semua berubah ketika Maurizio Sarri datang.

Perlahan, sang penyerang disingkirkan. Hingga akhirnya pada Desember 2019, pesepak bola yang kini berusia 34 tahun itu pindah ke Al Duhail. 

Cuma enam bulan, Mandzukic berkostum klub Qatar itu. Setelahnya, kedua pihak mengakhiri kontrak dengan persetujuan bersama.

Lalu apa kesibukan sang bomber saat ini? "Dia berlatih dengan cara yang sangat serius. Seperti yang sering dia lakukan," ujar Ivan.

Di waktu senggang, terkadang Mandzukic menonton si Nyonya Tua bermain. Namun setelahnya, mereka tidak membahas apa pun. 

"Jadi saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang Juventus. Mario tidak mengingkan (ada pembahasan seputar Bianconeri). Mungkin dia benar," tutur Ivan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA