Sabtu 28 Nov 2020 07:26 WIB

Satgas Covid-19 Sulut: Waspadai Klaster Tempat Tertutup

Satgas Covid-19 Sulut menyebut penting untuk melakukan tes di tempat tertutup.

Seorang anggota Polisi mengikuti tes cepat di Polda Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/11/2020). Sebanyak 770 Personel pengamanan Pilkada Polda Sulawesi Utara yang akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjalani tes cepat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Foto: ADWIT B PRAMONO/ANTARA
Seorang anggota Polisi mengikuti tes cepat di Polda Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/11/2020). Sebanyak 770 Personel pengamanan Pilkada Polda Sulawesi Utara yang akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjalani tes cepat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel MPH, mengingatkan bahwa provinsinya mencatatkan angka positif Covid-19 tertinggi pada Jumat dengan 152  kasus. Ia pun berharap masyarakat mewaspadai klaster tempat tertutup.

"Sepertiga di antara kasus baru ini ditemukan dalam klaster tempat tertutup di Kota Bitung," kata Steaven di Manado, Jumat.

Baca Juga

Fenomena ini, menurut Steaven, mengindikasikan pentingnya kegiatan melakukan tes di tempat tertutup. Asrama, lembaga pemasyarakatan, dan panti asuhan menjadi targetnya.

"Situasi keterbatasan ruang dan sirkulasi udara yang tidak baik, maka potensi penularan terjadi lebih tinggi daripada di ruangan terbuka dengan sirkulasi udara baik," ujarnya.

Tindak lanjut dari adanya kluster ini, menurut Steaven, Satgas Covid-19 Kota Bitung perlu mengatur proses karantina dan isolasi pasien terkonfirmasi. Ia mengingatkan bahwa protokol kesehatan harus diperketat.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 Sulawesi Utara per 25 November 2020, Kota Bitung menjadi daerah terbanyak keempat setelah Kota Manado, Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa. Secara akumulatif warga terkonfirmasi positif di Kota Bitung sebanyak 700 kasus, sebanyak 629 pasien telah dinyatakan sembuh, 56 pasien meninggal dan 15 pasien masih dirawat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement