Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Meninggalnya Maradona Sampai Pengaruhi Tim Rugbi Ini

Jumat 27 Nov 2020 18:14 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Dalam foto yang dirilis oleh Kepresidenan Argentina, peti mati dengan sisa-sisa Diego Maradona terletak di negara bagian di dalam istana kepresidenan di Buenos Aires, Argentina, Kamis, 26 November 2020. Pemain sepak bola hebat Argentina yang termasuk di antara pemain terbaik yang pernah dan yang memimpin negaranya meraih gelar Piala Dunia 1986 meninggal karena serangan jantung di rumahnya Rabu. Dia berusia 60 tahun.

Dalam foto yang dirilis oleh Kepresidenan Argentina, peti mati dengan sisa-sisa Diego Maradona terletak di negara bagian di dalam istana kepresidenan di Buenos Aires, Argentina, Kamis, 26 November 2020. Pemain sepak bola hebat Argentina yang termasuk di antara pemain terbaik yang pernah dan yang memimpin negaranya meraih gelar Piala Dunia 1986 meninggal karena serangan jantung di rumahnya Rabu. Dia berusia 60 tahun.

Foto: AP/Argentina's Presidency
Ia ingin meninggalnya Maradona menjadi motivasi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Tim rugbi Selandia Baru, All Blacks bertekad bisa tampil maksimal melawan The Pumas, tim asal Afrika Selatan saat kedua negara bertemu di laga Tri Nations di McDonald Jones Stadium, Newcastle, Sabtu (28/11) mendatang. 

Kapten tim Selandia Baru, Same Cane ingin mengakhiri tren buruk dua kekalahan beruntun saat menghadapi Australia dan Argentina. Ia ingin memenangkan pertandingan kali ini untuk menghargai mendiang Maradona.

"Dua pertandingan terakhir perasaan kami sangat buruk. Tidak ada yang lebih buruk karena kami merasakannya lagi setelah musim panas," kata Cane seperti dilansir Rugby Pass, Jumat (27/11). 

Ia mengatakan, tekanan pada timnya setelah tumbang dua kali membuat usaha semakin sulit. Terlebih saat mendengar Maradona, legenda sepakbola yang sempat berkunjung ke markas All Blacks, meninggal dunia pada Rabu lalu.

"Kami merasa murung sepanjang pekan. Para pemimpin tim ingin memperbaiki keadaan dan berharap pulang dengan hasil yang baik," ujarnya. 

Ia tidak ingin memori buruk saat All Blacks mencatat tiga kekalahan beruntun tahun 1998 kembali terulang. Di satu sisi, mereka bisa mengamankan Tri Nations dengan satu poin bonus dengan mencetak angka atas The Pumas dalam tiga percobaan atau lebih. 

"Semua orang di tim sangat kehilangan tentang kabar itu (meninggalnya Maradona). Untuk itu, kami ingin membangkitkan rasa bangga terhadap tim," ucapnya. 

Ia ingin meninggalnya Maradona menjadi motivasi kepada seluruh pemain untuk tampil lebih baik lagi. Cane sadar Maradona merupakan contoh bagi atlet manapun untuk bekerja keras. 

"Dia salah satu yang terbaik karena dialah pesepak bola abad ini yang selalu saya bicarakan," ucapnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA