Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Maradona, Spurs, dan Sepatu Pinjaman

Kamis 26 Nov 2020 19:58 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona.

Legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona.

Foto: AP Photo/Gregorio Borgia
Diego Maradona pernah bermain untuk Tottenham Hotspur dalam satu laga.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Selama 21 tahun kariernya sebagai pesepak bola, Diego Armando Maradona, hanya memperkuat enam klub berbeda. Mulai dari melakoni debut bersama tim senior Argentinos Junior pada 1976, hingga akhirnya menutup karier kala kembali tampil buat Boca Juniors pada 1997.

Dari enam klub tersebut, Maradona menuai nama besar saat merumput bersama Napoli dan Boca Juniors. Namun, legenda sepak bola Argentina, yang tutup usia akibat serangan jantung pada Rabu (26/11) malam WIB itu, ternyata diketahui pernah bermain untuk Tottenham Hotspur. Maradona merumput mengenakan seragam the Lilywhites saat tampil di laga testimonial buat legenda Spurs, Ossie Ardiles, yang juga berasal dari Argentina.

Saat itu, Spurs masih bermarkas di Stadion White Hart Lane, dan dijadwalkan beradu kualitas dengan Inter Milan. Laga itu digelar beberapa bulan sebelum Maradona tampil di putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Meski bukan di ajang kompetitif dan hanya tampil di satu laga, tapi penampilan Maradona dengan mengenakan seragam the Lilywhites menjadi magnet tersendiri buat para pendukung tim asal London Utara tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Stadion White Hart Lane nyaris penuh sesak dengan kehadiran para pendukung Spurs.

Berdasarkan laporan media Inggris, saat itu penonton mencapai 30 ribu orang dari total kapasitas stadion yang hanya sekitar 36 ribu penonton. Maradona pun mendapatkan sambutan hangat dari para suporter Spurs. Setidaknya di satu laga, lini tengah Spurs pernah dihuni sejumlah nama beken pesepak bola pada saat itu, mulai dari Maradona, Ardiles, Glenn Hoddle, hingga Chris Waddle.

Uniknya, di laga tersebut, Maradona tidak membawa sepatu. Ardiles, yang juga melakoni tugas sebagai penerjemah buat Maradona, akhirnya meminta kepada rekan-rekan setimnya untuk bisa meminjamkan sepatu kepada Maradona.

Penyerang asal Inggris, Clive Allen pun masih ingat betul dengan kejadian di ruang ganti sebelum laga tersebut. ''Ossie berkata,'siapa yang mengenakan sepatu berukuran enam setengah'. Saya berkata padanya, saya memakai ukuran enam setengah dan memiliki dua buah sepatu. Satu pasang, yang biasa saya gunakan, sedangkan satunya lagi adalah sepatu baru. Saya kemudian, berkata, 'Diego, silakan, pakailah sepatu manapun yang kamu mau,'' kata Allen seperti dikutip Talk Sports, Kamis (26/11).

Maradona justru memilih sepatu lama yang biasa dikenakan Allen. Namun, Allen mendesak Maradona untuk mengenakan sepatu yang baru. Kapten timnas Argentina di Piala Dunia 1986 itu pun akhirnya menerima tawaran Allen tersebut. Bahkan, selepas laga, Allen sempat meminta Maradona membubuhkan tanda tangan di sepatunya tersebut.

Allen pun begitu terkesan dengan penampilan Maradona di laga tersebut. Menurutnya, duet Maradona dengan Hoddle di lapangan tengah Spurs begitu hidup, kendati itu menjadi laga pertama Maradona tampil bersama Hoddle.

''Saya tidak pernah bermain, di mana saya seperti penonton. Di laga itu, Diego dan Glenn tampil begitu apik. Mereka seolah dari planet yang berbeda. Mereka seperti bermain dengan menggunakan telepati dan Anda hanya ingin melihat mereka terus menguasai bola. Kesepahaman keduanya benar-benar luar biasa,'' tutur Allen.

Ironisnya, beberapa bulan setelah laga tersebut, Maradona justru menjadi musuh nomor satu buat publik sepak bola Inggris. Dengan cara yang dianggap licik dan jenius, Maradona membawa Argentina menyingkirkan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 1986. Di laga itu, dua momen yang dianggap mendefinisikan Maradona tercipta.

Momen pertama adalah saat Maradona mencetak gol pembuka Argentina, yang dicetak dengan menggunakan tangan. Momen ini dianggap mewakili kelicikan dan kontroversi Maradona.

Namun, di gol kedua, Maradona menunjukkan kejeniusan dan bakat besarnya. Empat menit setelah gol pertama, Maradona berlari dari tengah lapangan, kemudian melewati lima pemain Inggris, dan akhirnya menundukkan kiper Inggris, Peter Shilton, untuk kedua kalinya di laga itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA