Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Inovasi Program Dewan Muslim Inggris Sosialisasikan Masjid

Kamis 26 Nov 2020 19:53 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Dewan Muslim Inggris menggelar sosialisasi masjid secara luas. Ilustrasi Masjid Ramadan di Hackney, distrik di timur London, Inggris.

Dewan Muslim Inggris menggelar sosialisasi masjid secara luas. Ilustrasi Masjid Ramadan di Hackney, distrik di timur London, Inggris.

Foto: muslimsinbritain
Dewan Muslim Inggris menggelar sosialisasi masjid secara luas

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Dewan Muslim Inggris (MCB) kembali menyelenggarakan konferensi tahunan Our Mosques Our Future.

Konferensi tahun ini berlangsung pada akhir pekan secara daring pada 27 sampai 29 November 2020. Ada lebih dari 20 pembicara dan 10 sesi virtual yang disajikan secara gratis bertema #BeyondCOVID.  

Sekretaris Jenderal MCB, Harun Khan, mengakui konferensi tahun ini dipenuhi dengan ketidakpastian, kesedihan, dan tantangan yang tak terukur. 

Baca Juga

Sepanjang 2020, komunitas Muslim di seluruh Inggris berkumpul dalam kesengsaraan untuk mendukung komunitas lokal mereka selama pandemi Covid-19.

Sekarang, kata Khan, yang lebih penting dari sebelumnya yaitu bersatu sebagai komunitas, untuk memperkuat institusi kita dan bekerja secara kohesif. 

Ketika pandemi sedang berlangsung, aturan keamanan Covid-19 dan pengurangan kapasitas di masjid akan tetap diberlakukan selama beberapa bulan ke depan.

"Namun selain mengatasi tantangan jangka pendek, berapa banyak dari kita yang merencanakan ke depan hingga  2021 dan bagaimana keinginan kita agar masjid beroperasi kembali," tutur dia sebagaimana dilansir di laman resmi MCB, Kamis (26/11). 

Khan mengatakan, tingkat pengangguran kaum muda pada 2021 diperkirakan akan sangat tinggi. "Dengan sekitar 50 persen Muslim Inggris berusia 24 tahun atau lebih muda, apa yang dapat masjid Anda lakukan untuk membantu kaum muda di komunitas Anda mendapatkan pekerjaan?," ujarnya.

"Bahkan sebelum pandemi, pembayaran digital mengambil alih uang tunai sebagai metode pembayaran yang paling sering digunakan di Inggris pada 2018. Apakah masjid kita siap untuk menggalang dana secara digital?," sambungnya.

"Lockdown membuat kita semua terbiasa mengakses layanan dari rumah. Dalam "normal baru", bagaimana Anda bisa memastikan Imam Anda, layanan pendidikan dan masjid lainnya tidak terbatas pada dinding bangunan masjid Anda saja?," ucap dia. 

Sejak Januari 2018, konferensi Our Mosques Our Future telah dirancang untuk menjadi ruang bagi para pemimpin masjid dan relawan untuk berbagi praktik terbaik, tetapi juga tidak segan-segan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit. 

Sesi akhir pekan ini akan diisi berbagai topik hangat, mulai dari keterlibatan dengan jamaah lain secara digital, hingga menjaga kepemimpinan dan kesehatan mental di waktu yang tidak pasti. Siapapun baik itu imam, wali, anggota komite, relawan, aktivis, jamaah, atau hanya seseorang yang tertarik dengan masjid di Inggris saat ini, dapat mengikuti konferensi virtual ini. 

"Seperti tempat ibadah lain di Inggris tahun ini, masjid kami telah membuktikan diri sebagai salah satu tempat teraman di negara ini dalam hal keamanan Covid-19. Saya berdoa agar kita dapat terus menggunakan kemampuan beradaptasi dan akal ini untuk membuat masjid kita siap untuk 'normal baru' pada 2021 dan setelahnya, insya Allah," katanya. 

Sumber:  https://mcb.org.uk/general/our-mosques-our-future-2020-welcome-message/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA