Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Unilever Komitmen Jaminan Halal di Seluruh Pabrik

Kamis 26 Nov 2020 19:43 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

Gedung Unilever Indonesia

Gedung Unilever Indonesia

Foto: unilever.co.id
Sejak 1994 saat semua fasilitas manufaktur harus memiliki sertifikat halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Unilever Indonesia berkomitmen pada pengembangan produk halal untuk memenuhi kebutuhan konsumen Muslim. Head of Consumer Unilever Indonesia Banto Twiseno mengatakan Unilever telah menegaskannya sejak 1994 saat semua fasilitas manufaktur harus memiliki sertifikat halal.

"Kami menerapkan sistem jaminan halal di semua pabrik kami, juga dari sisi pemilihan produk, proses, hingga distribusi telah memenuhi ketentuan jaminan halal dari LPPOM MUI," katanya dalam Halal Talks yang digelar oleh KNEKS, Kamis (26/11).

Menurutnya, ini menjadi komitmen berkelanjutan, termasuk dengan menyediakan produk-produk yang memiliki nilai-nilai Islam. Selain itu, jaminan juga pada partner kerja yang harus memenuhi kaidah ramah lingkungan.

Dalam kebijakannya memilih pemasok, sumber agrikultural seperti kedelai hitam pun berasal dari lokal. Banto mengatakan Unilever ingin memastikan bahwa produk yang ditawarkan pada masyarakat tidak hanya berkualitas tapi juga aman dan nyaman.

Dari sisi pengembangan riset halal, Banto mengatakan saat ini telah berkembang semakin baik, didukung oleh kebijakan pemerintah. Cukup banyak hal yang dapat mendorong akselerasinya, termasuk dengan mempermudah proses, dan memberi insentif bagi yang mau mengembangkan.

"Kelonggaran diberikan bagi perusahaan yang melakukan pengembangan riset dan inovasi," katanya.

Ini menarik bagi perusahaan yang aktif dalam mendorong inovasi. Ia berharap dengan meningkatnya dukungan, mimpi Indonesia jadi pusat produsen halal dunia bisa terwujud.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA