Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Ilmuwan Afrika Sarankan untuk Redupkan Matahari, Biar Apa?

Kamis 26 Nov 2020 14:34 WIB

Rep: zainur mahsir ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih

Air (ilustrasi)

Air (ilustrasi)

Foto: Fox News
Ilmuwan memberi saran untuk meredupkan matahari demi mencegah Bumi kehabisan air.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam makalah baru yang diterbitkan di jurnal Environmental Research Letter, para ilmuwan dari Universitas Cape Town memberi saran untuk 'meredupkan' matahari. Langkah ‘liar’ dilakukan untuk mencegah Bumi dari kekeringan sebagai akibat dari perubahan iklim yang sedang berlangsung.

Caranya adalah dengan memuntahkan partikel reflektif ke atmosfer Bumi. Ilmuwan berpendapat memuntahkan partikel kecil sulfur dioksida yang reflektif ke atmosfer atas bisa meredupkan matahari secara artifisial. Dengan begitu diharapkan dapat membantu mengurangi kemungkinan 'day zero' di Cape Town hingga 90 persen di masa depan.

Baca Juga

Dalam studi itu, Para peneliti menyarankan, dengan menggunakan model dari Stratospheric Aerosol Geoengineering Large Ensemble Project, ada potensi yang nyata. "Kami berpotensi mengurangi kemungkinan kekeringan day zero (istilah yang diberikan pada hari hipotetis ketika dunia secara resmi kehabisan cukup air bersih untuk totalitas kemanusiaan) sebesar 90 persen,’’ tulis makalah itu mengutip BGR, Rabu (25/11).

Menurut tim peneliti, jika diterapkan, penyuntikan sulfur oksida akan memblokiran sejumlah kecil radiasi matahari mencapai permukaan bumi. Dengan begitu, kenaikan suhu bisa dicegah.

Namun demikian, masih ada beberapa masalah lain yang tersisa. Kenyataannya, untuk membuat keputusan itu semua orang dan negara harus ikut serta. Terlebih, kata peneliti, rencana tersebut tidak bisa disetujui hanya dengan satu negara.

Alih-alih mengobati Bumi, hal itu kemungkinan besar akan menimbulkan tekanan balik yang serius oleh banyak negara. Bahkan berpotensi menimbulkan konflik.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA