Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Joe Biden Minta Warga AS tak Rayakan Thanksgiving

Kamis 26 Nov 2020 09:38 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden.

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden.

Foto: EPA-EFE/Robert Deutsch
Joe Biden meminta warga AS tidak kumpul keluarga besar saat Thanksgiving

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak agar seluruh warga di negara itu untuk sementara menghindari berbagai aktivitas yang biasa dilakukan selama musim liburan. Secara khusus ia menggarisbawahi tradisi Thanksgiving pada tahun ini, yang sebaiknya tidak diadakan untuk sementara. 

Biden mengatakan pejabat kesehatan masyarakat telah meminta seluruh warga Amerika tidak melakukan berbagai tradisi Thanksgiving seperti pertemuan keluarga dalam jumlah besar, serta berkumpul dalam satu ruangan yang padat. Ia mengaku memilih untuk tidak merayakan acara pada tahun ini, mengingat pandemi virus corona jenis baru (Covid-19). 

Baca Juga

Menurut mantan wakil presiden AS tersebut, sangat sulit untuk melepaskan tradisi berkumpul bersama keluarga saat perayaan Thanksgiving, yang juga menjadi musim liburan di Negeri Paman Sam. Namun, ini sangat penting dilakukan tahun ini, mengingat lonjakan kasus Covid-19 di negara itu yang rata-rata mencapai 16.000 per hari. 

Biden telah menyerukan semua warga Amerika untuk menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, menjaga jarak sosial, dan menjauhi pertemuan berkelompok. Ia menyebut hal itu sebagai ‘langkah patriotik’ hingga vaksin Covid-19 tersedia.

AS menjadi negara yang memiliki jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia. Hingga Kamis (26/11), terdapat 13.137.962 kasus yang dikonfirmasi, dengan total kematian mencapai 268.219. Sementara, jumlah pasien yang pulih dari penyakit wabah di negara adidaya itu adalah 7.805.280 orang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA