Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Ancaman Teror di Benua Hitam, Mozambik-Tanzania Waspada

Rabu 25 Nov 2020 17:46 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Mozambik dan Tanzania sepakat lawan bersama teror Al-Shabaab. Peta Zambia, Mozambique, Botswana, dan Zimbabwe yang berada di Benua Afrika.

Mozambik dan Tanzania sepakat lawan bersama teror Al-Shabaab. Peta Zambia, Mozambique, Botswana, dan Zimbabwe yang berada di Benua Afrika.

Foto: EPA/FACUNDO ARRIZABALAGA
Mozambik dan Tanzania sepakat lawan bersama teror Al-Shabaab

REPUBLIKA.CO.ID, DODOMA – Mozambik dan Tanzania akan bekerja sama untuk melakukan operasi bersama melawan kelompok teroris di sepanjang perbatasan bersama. Kerja sama ini dilakukan setelah ada pertemuan antara kepala polisi Tanzania dan mitranya dari Mozambik.

Pekan lalu Kepala Polisi Tanzania Simon Nyakoro Sirro bertemu dengan mitranya dari Mozambik Bernadino Rafael di kota selatan Mtwara, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Tanzania dan Mozambik, untuk membahas berbagai masalah keamanan. Fokusnya pada pemberontakan jihadis yang berkembang di Mozambik Utara dan di Tanzania Selatan.

Berbicara kepada media setelah pertemuan mereka, Sirro mengatakan, warga Tanzania harus tetap tenang. Kolaborasi antara dua pasukan polisi akan mengarah pada patroli bersama dan berbagi informasi intelijen. "Sejujurnya Anda tidak bisa membunuh orang dan tetap merasa aman dan bangga," kata dia dilansir di The Africa Report, Rabu (25/11).

Baca Juga

"Mereka menipu diri sendiri. Warga Tanzania harus tenang, kami akan bekerja sama untuk memastikan bahwa kami menemukan penjahat di perbatasan dan menangani mereka," sambung Sirro.

Sementara itu, mitranya dari Mozambik, Rafael, mengimbau warga yang tinggal di daerah perbatasan untuk melaporkan tanda-tanda ketidakamanan. Mereka berencana untuk melakukan operasi bersama termasuk bertukar informasi untuk mencari pelaku.

Rafael mengaku sedih dengan laporan serangan di wilayah Mtwara di mana lebih dari 175 rumah dibakar dan orang-orang terbunuh oleh kelompok teroris yang melarikan diri ke Mozambik. 

Dia berjanji akan bekerja dengan Tanzania untuk menemukan para penjahat. "Kami datang ke Tanzania untuk mengikuti pelatihan dan pengalaman lagi ... Kami sebenarnya telah berbicara tentang bagaimana bekerja sama di perbatasan untuk mengalahkan musuh bersama kami," tambahnya. 

Satu dekade sebelum kekerasan, ada sekte agama, Al-Shabaab (tidak terkait dengan al-Shabaab di Somalia), yang aktif di beberapa distrik di Cabo Delgado. Sebagai kelompok agama, mereka mengupayakan praktik Islam radikal dan hukum Syariah, dan menentang segala bentuk kerjasama dengan pemerintah. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA