Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Djokovic Desak Pemerintah Dukung Gelaran Australia Open

Rabu 25 Nov 2020 16:23 WIB

Red: Endro Yuwanto

Petenis asal Serbia, Novak Djokovic.

Petenis asal Serbia, Novak Djokovic.

Foto: AP/Christophe Ena
Australia secara efektif tertutup untuk non-penduduk karena protokol Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petenis nomor satu dunia versi ATP, Novak Djokovic, meminta otoritas berwenang untuk mengizinkan pemain bertanding sebelum agenda utama Australia Open sembari menjalani masa karantina wajib. Hingga kini, turnamen awal musim 2021 masih dalam ketidakpastian.

Ini setelah otoritas di Australia menolak mendukung rencana badan tenis Australia untuk mendatangkan peserta pada pertengahan Desember yang bisa bebas berkompetisi di ATP Cup, serta acara lainnya menjelang Grand Slam pertama tahun depan.

Australia secara efektif tertutup untuk non-penduduk karena protokol Covid-19 dan bagi pendatang internasional harus menghabiskan dua pekan di karantina sebelum dapat bergerak bebas.

Petenis asal Serbia ini mengatakan, akan melakukan apa pun yang diminta agar bisa bermain di Australia Open. Tetapi ia berharap pemerintah juga bisa memberikan kemudahan.

"Saya berharap akan ada dukungan dan pengertian dari pemerintah (negara bagian) Victoria dan Australia bagi para pemain dan tennis Australia bahwa mereka akan mengizinkan pemain untuk berlaga di pekan kedua karantina," kata Djokovic dilansir Reuters, Rabu (25/11).

Gubernur Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengutarakan keyakinannya bahwa Australia Open akan dilanjutkan di Melbourne Park. Tetapi ia menolak untuk mengonfirmasi jadwal tennis Australia untuk Grand Slam 18-31 Januari dan acara lainnya jelang turnamen, termasuk Piala Cup yang berbasis tim.

Djokovic memimpin Serbia meraih kemenangan di ATP Cup perdana tahun lalu dengan membawa pulang hadiah sekitar Rp 212 miliar. Ia berharap bisa mempertahankan gelarnya.

"Anda bisa memiliki setidaknya satu atau dua turnamen sebelum Australia Open, yang bagi sebagian besar pemain (menjadi hal) penting. Tidak adanya pertandingan resmi sebelum Australia Open adalah kerugian yang besar," tegas Djokovic.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA