Rabu 25 Nov 2020 12:12 WIB

Jokowi Tegaskan Pandemi Belum Berakhir

Pemerintah akan segera melakukan pemulihan pandemi melalui vaksinasi

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11).
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Kendati demikian, pemerintah akan segera melakukan pemulihan melalui vaksinasi kepada seluruh masyarakat.

Vaksin Covid diharapkan tiba di Indonesia pada akhir November atau awal Desember 2020. Hal ini disampaikan Jokowi saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/11).

“Tapi itu juga tidak langsung disuntikkan, dilakukan vaksinasi, tidak,” kata Jokowi.

Setelah vaksin tiba, pemerintah masih harus menunggu tahapan-tahapan selanjutnya sesuai kaidah scientific, termasuk mendapatkan izin emergency used authorization dari BPOM. Presiden pun berharap vaksinasi dapat segera dilakukan pada akhir 2020 atau awal Januari 2021.

Pemerintah telah melakukan simulasi vaksinasi di sejumlah daerah. Namun, ia mengakui proses vaksinasi tidaklah mudah karena menyangkut keamanan distribusi ke 514 kabupaten kota di seluruh Indonesia.

“Karena mendistribusikan ke 34 provinsi ke 514 kabupaten kota memerlukan sarana dan prasarana tidak sedikit. Cold chain box pendinginnya karena vaksin ini membutuhkan kedinginan tertentu sehingga perjalanan ke 514 kabupaten kota ke 34 provinsi memerlukan kehati-hatian,” ujarnya.

Jokowi berharap, setelah vaksinasi dilakukan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat sehingga akan mendorong kegiatan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement