Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Jalani Tes Covid-19 Lebih Awal Agar Lebih Cepat Ditangani

Selasa 24 Nov 2020 18:46 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda

Tes usap atau swab test Covid-19. Masyarakat yang berisiko tinggi tertular Covid-19 diserukan menjalani pengetesan agar lebih dini diketahui dan mendapatkan perawatan.

Tes usap atau swab test Covid-19. Masyarakat yang berisiko tinggi tertular Covid-19 diserukan menjalani pengetesan agar lebih dini diketahui dan mendapatkan perawatan.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Masyarakat yang rentan tertular Covid-19 diserukan menjalani tes Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penularan virus corona (SARS-CoV2)di Tanah Air masih terjadi dan semua orang rentan tertular virus ini. Untuk itu, masyarakat, terutama yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan diharapkan menjalani pengetesan (testing) sejak awal agar segera mendapatkan penanganan.

"Virus ini tergolong baru dan perkembangannya tidak diketahui, sehingga jangankan orang awam, dokter saja bisa terinfeksi. Artinya, tidak mudah untuk mendiagnosisnya dan susah ditebak, maka testing supaya tahu terjangkit (Covid-19) atau tidak," ujar Kepala Sub Bidang Tracking Satgas Covid-19 dr Kusmedi Priharto dalam konferensi pers virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema "Masyarakat Bijak Sadar 3T", disimak di Jakarta, Selasa (24/11).

Oleh karena itu, Kusmedi meminta masyarakat atau profesi yang berisiko tinggi seperti dokter atau paramedis supaya lebih sering menjalani testing Covid-19. Ia meminta pengetesan untuk tenaga kesehatan bisa dilakukan minimal setiap sepekan atau dua pekan sekali, baik yang bergejala maupun yang tidak.

Selain itu, Kusmedi meminta masyarakat yang merasa tidak enak badan bisa datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengarahan soal testing Covid-19. Selain itu, ia meminta masyarakat yang menghadiri keramaian tanpa menerapkan protokol kesehatan untuk berkonsultasi mengenai kemungkinan tertular Covid-19.

"Biar petugas puskesmas yang mengambil keputusan," kata Kusmedi.

Andaikan ternyata harus menjalani testing dan hasilnya positif Covid-19, menurut Kusmedi, orang terinfeksi virus ini harus dikarantina. Mereka yang tidak bergejala dan bergejala ringan bisa menjalani isolasi mandiri atau di tempat yang disediakan pemerintah.

Sementara itu, bagi yang mengalami gejala cukup berat perlu dibawa ke rumah sakit. Kusmedi menjelaskan, ketika menjalani tes sejak awal, diharapkan orang yang terinfeksi ini ditemukan dalam kondisi bergejala ringan sehingga bisa segera ditangani dan sembuh dengan sempurna.

Baca Juga

Menurut Kusmedi, upaya penyembuhan juga bisa dilakukan dengan tidak menggunakan obat, melainkan beristirahat cukup, kemudian meningkatkan daya tahan tubuhnya. Selain itu, pengidap Covid-19 perlu berolahraga atau meminum suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lebih lanjut, Kusmedi mengatakan, tracking atau pelacakan bisa dilakukan dari pasien perlu dilakukan untuk mencari orang-orang yang kontak erat. Dengan begitu, bisa segera diketahui ketika ada kontak pasien yang juga positif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA