Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Mendag: Perdagangan Batu Bara Naikkan Ekonomi Dunia

Selasa 24 Nov 2020 17:23 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. Agus mengatakan, peningkatan perdagangan batu bara dapat meningkatkan perekonomian global.

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. Agus mengatakan, peningkatan perdagangan batu bara dapat meningkatkan perekonomian global.

Foto: BNPB Indonesia
Perlu strategi konkret dan solid untuk membangkitkan perdagangan batu bara dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, perumusan strategi konkret dalam meningkatkan perdagangan batu bara dunia, termasuk Indonesia, dapat meningkatkan ekonomi dunia.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang melemahkan industri manufaktur dunia dan berdampak pada kebutuhan bahan baku dan penunjang industri, seperti energi listrik dari batu bara.

Hal tersebut disampaikan Agus saat menjadi pembicara kunci dalam Coaltrans Asia 2020 Virtual Conference yang diselenggarakan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Baca Juga

"Karantina wilayah atau lockdown yang dilakukan sebagian besar negara akibat pandemi Covid-19 telah melemahkan industri manufaktur dunia," ujar Agus dalam keterangan resmi, Selasa (24/11).

Kondisi itu berdampak pada penurunan kebutuhan bahan baku dan penunjang industri, seperti energi listrik yang berasal dari batu bara. Maka diperlukan berbagai strategi konkret dan solid dari berbagai pihak terkait demi membangkitkan perdagangan batu bara dunia. 

Batu bara, lanjut Agus, merupakan produk strategis bagi Indonesia. Berdasarkan data International Energy Agency Coal Information (2020), pada 2019 Indonesia tercatat sebagai produsen batu bara terbesar ke-4 dengan jumlah produksi sebesar 616 juta ton. 

Posisi tersebut di bawah China (3.693 juta ton), India (769 juta ton), dan Amerika Serikat (640 juta ton). Selain itu, Indonesia tercatat sebagai eksportir ke-2 terbesar di dunia dengan pangsa pasar 18,14 persen, setelah Australia (37,23 persen).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA