Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Menlu China Kunjungi Jepang di Tengah Ketegangan Kawasan

Selasa 24 Nov 2020 12:48 WIB

Red: Nur Aini

Jepang dan China

Jepang dan China

Kunjungan Menlu China dilakukan di tengah kekhawatiran dominasi Beijing

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi dijadwalkan mengunjungi Tokyo pada Selasa (24/11) menandai perjalanan tingkat tinggi pertama sejak Jepang memilih pemimpin baru pada September dan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dominasi Beijing yang tumbuh di wilayah tersebut.

Wang melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Yoshihide Suga, yang sejauh ini berusaha untuk menyeimbangkan ketergantungan ekonomi Jepang yang mendalam pada China dengan mengatasi kekhawatiran keamanan, termasuk klaim Beijing atas pulau Laut China Timur yang diperebutkan.

Sementara, Suga menghindari retorika anti-China yang digunakan oleh sekutu Jepang, Amerika Serikat. Dia bergerak untuk melawan pengaruh dengan memperdalam hubungan dengan Australia dan melakukan perjalanan luar negeri pertamanya ke Vietnam dan Indonesia.

Baca Juga

Jepang juga mendorong perusahaannya mendiversifikasi rantai pasokan mereka dan mengurangi ketergantungan pada China dengan membawa pulang produksi atau memindahkannya ke Asia Tenggara.

"Ada berbagai kekhawatiran mengenai hubungan bilateral. Seperti saya katakan, saya pikir penting untuk menyelesaikan masalah tersebut satu per satu melalui pembicaraan tingkat tinggi," Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan kepada wartawan, Jumat.

Dia mengatakan akan melakukan "pertukaran terbuka" soal pandangan tentang hubungan bilateral dengan Wang, termasuk tentang bagaimana melanjutkan lalu lintas antara kedua negara selama pandemi. Media Jepang melaporkan Motegi juga akan meningkatkan kepedulian tentang aktivitas China di Laut China Timur yang meningkat. Meski ada ketegangan, kedua belah pihak telah mengambil langkah untuk mendekatkan kedua negara.

Awal bulan ini, China menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dengan 14 negara lainnya termasuk sekutu AS, Jepang dan Korea Selatan, tetapi Amerika Serikat tak terlibat dalam kesepakatan itu. RCEP adalah kesepakatan perdagangan multilateral pertama bagi China, pengaturan pengurangan tarif bilateral pertama antara Jepang dan China, dan pertama kalinya China, Jepang, dan Korea Selatan berada dalam satu blok perdagangan bebas.

Wang akan terbang ke Korea Selatan setelah Jepang, untuk pembicaraan yang akan mencakup (isu) Korea Utara. Para ahli mengatakan diplomasi Wang dapat membantu meletakkan dasar bagi pertemuan puncak tiga pihak bersama Jepang dan Korea Selatan, dengan memperhatikan kesepakatan perdagangan bebas antara ketiga negara untuk membangun berdasar RCEP.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA