Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

IHSG Berpeluang Naik Terbatas karena Berita Vaksin

Selasa 24 Nov 2020 10:46 WIB

Red: Nidia Zuraya

Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta (ilustrasi). Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/11) berpeluang naik terbatas seiring optimisme pelaku pasar menanggapi berita vaksin Covid-19.

Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta (ilustrasi). Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/11) berpeluang naik terbatas seiring optimisme pelaku pasar menanggapi berita vaksin Covid-19.

Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA
IHSG dibuka menguat ke posisi 5.677,3.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/11) berpeluang naik terbatas seiring optimisme pelaku pasar menanggapi berita vaksin Covid-19. IHSG dibuka menguat 24,54 poin atau 0,43 persen ke posisi 5.677,3. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,87 poin atau 0,76 persen ke posisi 908,54.

"Secara sentimen, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas karena aksi ambil untung membayangi pergerakan pasar. Di sisi lain, optimisme bursa regional menyambut berita positif vaksin menjadi katalis positif untuk IHSG," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (24/11).

Investor akan menanti risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal terbaru akan dirilis Rabu (25/11). Klaim pengangguran AS, PDB, dan data pengeluaran pribadi juga akan dirilis pada hari yang sama.

Baca Juga

Sementara itu, bursa Jepang dibuka optimis setelah pada hari sebelumnya ditutup libur. Indeks Nikkei naik signifikan seiring perkembangan vaksin yang semakin positif. Keberhasilan vaksin terbaru telah menambah suasana risk-on di pasar.

Investor telah mengambil aset yang bisa mendapatkan keuntungan dari berakhirnya penguncian, bahkan ketika virus mengamuk di seluruh AS dan Eropa.

Pedagang juga mulai mengantisipasi Kongres akan kembali memberikan tagihan pengeluaran untuk mencegah efek ekonomi dari pembatasan baru yang bertujuan memperlambat patogen.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford dan AstraZeneca mencegah sebagian besar orang terkena penyakit ini dalam uji coba besar dan peluncurannya dapat dimulai bulan depan.

Di tempat lain, data menunjukkan aktivitas bisnis AS menguat pada November pada laju tercepat sejak Maret 2015. Dari komoditas, harga minyak WTI naik tipis 0,09 persen,sementara harga CPO naik 1,28 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 654,26 poin atau 2,56 persen ke 26.181,63, indeks Hang Seng naik 32,88 poin atau 0,12 persen ke 26.453,32, dan indeks Straits Times meningkat 21,99 atau 0,77 persen ke 2.870,77.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA