Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Haedar Nashir: Tokoh Semua Agama Harus Tampilkan Teladan

Senin 23 Nov 2020 15:05 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasir meminta tokoh agama tampilkan teladan.

Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasir meminta tokoh agama tampilkan teladan.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Tokoh agama apapun harus bisa menyebarluaskan semangat beragama damai

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir mengatakan, pandangan keagamaan Muhammadiyah akan selalu hadirkan Islam memang tidak membuat simbolisasi yang menjebak ke syirik. Tapi, kita harus menghormati Nabi Muhammad sebagai Rasul.

Bahkan, ia menekankan, Tuhan mengajarkan kita bershalawat, tapi itu hanya kepada Nabi Muhammad SAW, tidak kepada yang lain. Karenanya, simbolisasi yang membuat kita bertentangan kepada nilai-nilai agama memang bertentangan dalam Islam.

Saat ini, ia menekankan, semua tokoh agama dari semua agama sedang dalam gerakan menampilkan keberagamaan yang lurus, menampilkan teladan. Itu pula yang menjadi pembahasan utama pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dunia yang digelar di Madrid.

Artinya, tokoh-tokoh agama, apapun agamanya, harus bisa menyebarluaskan semangat beragama yang damai, membawa pencerahan kemajuan, menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan merawat keberagaman. Semua itu menjadi komitmen baru dan komitmen global kini.

"Saya pikir, memang tokoh-tokoh agama dari semua agama harus lebih mengedepankan menampilkan teladan, uswah hasanah, ketimbang simbol. Uswah hasanah itu yang akan menjadi role model dalam keberagamaan yang maju dan yang mencerahkan," kata Haedar dalam jumpa pers daring dan luring Munas Tarjih Muhammadiyah XXXI, Senin (23/11).

Ia menerangkan, secara sosiologi dalam masyarakat tradisional kultur dan mitos memang masih kuat. Namun, Haedar menekankan, dalam masyarakat yang egaliter, demokratis, maju, hal-hal seperti itu biasanya sudah tidak lagi dikembangkan.

Muhammadiyah, kata Haedar, lebih konsen bagaimana agar agama dipraktekkan sejalan tindakan, lewat perilaku, langkah, perbuatan, yang membawa kehidupan jadi rahmatan lil alamin. Karenanya, rahmat itu tidak cuma diberikan bagi sesama umat beragama.

"Jangankan kepada sesama umat beragama, bahkan mereka yang mengaku tidak beragama atau mengaku tidak percaya Tuhan, itu memperoleh rahmat dari orang beragama, dari kita yang beragama, termasuk alam semesta," ujar Haedar.

Bahkan, Haedar mengingatkan, Islam mengajarkan agar satu rumput saja tidak boleh tercerabut dari tanah untuk sesuatu yang sia-sia. Karenanya, prinsipnya bagaimana agar Islam ditampilkan dalam uswah hasanah, oleh umat beragama maupun tokoh agama.

"Baik oleh umat, lebih-lebih tokoh karena mereka kepala, harus jadi teladan agar nilai-nilai agama membawa pencerahan, perdamaian, kebaikan dan keluruhan hidup, itulah misi utama agama, hal-hal lain jadi nilai kedua kehidupan yang jadi urusan duniawi dalam kehidupan kita dalam bermasyarakat dan bernegara," kata Haedar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA