Ahad 22 Nov 2020 21:39 WIB

Generasi Muda Masjid Bisa Jadi Kekuatan Menghadapi Pandemi

DMI berusaha memberdayakan anak-anak muda sebagai relawan untuk membagikan masker.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Generasi Muda Masjid Bisa Jadi Kekuatan Menghadapi Pandemi. Arief Rosyid Hasan, Ketua Pemuda DMI yg juga koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid.
Foto: Dok. Pribadi
Generasi Muda Masjid Bisa Jadi Kekuatan Menghadapi Pandemi. Arief Rosyid Hasan, Ketua Pemuda DMI yg juga koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Di Indonesia, total masjid mencapai 800 ribu hingga satu juta, sementara generasi muda mencapai 62,9 persen dari total populasi. Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) M. Arief Rosyid Hasan, menyebut remaja dan masjid memiliki kekuatan besar dalam menghadapi pandemi.

Arief menilai, jika dua kekuatan ini digabung, maka masa depan Indonesia bisa diprediksi akan semakin baik. "Anak muda merupakan masa depan bangsa dan umat. Masjid juga memiliki peran yang sangat strategis. Di Indonesia, masjid ini tersedia mulai di jalan protokol hingga gang rumah," kata dia saat mengisi webinar yang digelar Republika berjudul "Peran Masjid di Era Pandemi", Sabtu (21/11).

Indonesia menetapkan pembangunan masjid dilakukan dengan cara swadaya. Cara ini berbeda dari negara lain dan menambah nilai independensinya. Keguyuban masyarakat yang tergabung dalam pembangunan maupun pemberdayaan masjid bisa dilihat menempati tempat tersendiri.

Sesuai visi Jusuf Kalla (JK) selaku Ketua DMI yakni memakmurkan dan dimakmurkan masjid, Arief menyebut dirinya banyak mendorong usaha agar masjid mendominasi ranah ekonomi dan mmberdayakan masyarakat. Di bawah inisiasinya, DMI juga meluncurkan Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) atau muktamar pemuda Islam.

Dengan menyebarnya pandemi ini, JK disebut menitip pesan agar masjid bisa ikut berkontribusi dan membantu masyarakat. Bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa program telah diluncurkan untuk memberdayakan masjid dan masyarakat.

"20 Maret bersama sejumlah tokoh di kalangan berbeda, muncul program Kurir Kebaikan. Dalam dua atau tiga hari, terkumpul dana Rp 2 hingga 3 miliar. Kita buat juga ide membagikan desinfectan chamber ke 1.000 titik, meski akhirnya ini menimbulkan pro dan kontra dari WHO juga," lanjutnya.

Dalam program Kurir Kebaikan ini, DMI berusaha memberdayakan anak-anak muda sebagai relawan untuk membagikan masker kain juga nasi serta sembako. Bantuan ini dibagikan ke pekerja harian maupun keluarga yang tidak mampu.

Bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, DMI meluncurkan program yang diberi nama #BangkitDariMasjid. Momen ini dianggap tepat untuk menggerakkan anak-anak muda masjid dan menanamkan pemikiran bahwa dalam situasi sesulit apapun, bangsa harus bangkit dan dimulai dari masjid.

Arief menakankan, masjid bukan hanya tempat ibadah tapi juga membantu peran ekonomi dan sosial masyarakat. Sejauh ini, sudah ada 500 relawan bergabung untuk bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga dan BNPB.

Salah satu masjid di Tangerang Selatan mencontohkan langsung bagaimana anak-anak muda bisa berkontribusi menggerakkan masjid. Mereka memfungsikan masjid sebagai posko pelayanan Covid-19. Di masjid tersebut tersedia pelayanan tes rapid, penyemprotan cairan desinfektan ke rumah-rumah, serta mengumpulkan warga yang ingin membantu memberikan makanan maupun sembako.

"Ini momen yang tepat untuk terus didorong. Masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah vertikal, tapi juga ibadah sosial. Hal-hal di atas merupakan contoh baik dan kita dorong di tempat lain," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement