Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Bahagiakan Orang, Ringan tapi Besar Pahala Menurut Ghazali

Ahad 22 Nov 2020 17:10 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Membahagian orang mempunyai keutamana yang besar menurut Imam Ghazali. Sedekah membahagiakan orang lain Ilustrasi

Membahagian orang mempunyai keutamana yang besar menurut Imam Ghazali. Sedekah membahagiakan orang lain Ilustrasi

Foto: REPUBLIKA
Membahagian orang mempunyai keutamana yang besar menurut Imam Ghazali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Orang-orang yang beriman atau orang mukmin memiliki tempat yang spesial bagi Imam Ghazali. Orang Mukmin merupakan seorang Muslim yang dapat memenuhi seluruh kehendak Allah SWT, dan memiliki iman kuat dalam hatinya.

Dikutip dari kitabnya yang berjudul “Raudhah ath-Thalibin”, Imam Ghazali menjelaskan bahwa hendaknya menjaga hati seorang mukmin secara syar’i itu lebih kau sukai daripada sekian kali pergi haji dan perang.

Ulama yang memiliki gelar Hujjatul Islam ini menuturkan, kasih sayang terhadap makhluk Allah berarti mengagungkan urusan Allah SWT. Karena itu, menurut dia, hendaknya engkau memberikan apa yang mereka minta darimu, tidak membebani di luar kemampuan mereka, dan tidak menyapa mereka dengan sesuatu yang tidak mereka kerjakan dan ketahui.

Baca Juga

“Selayaknya engkau bahagia atas segala hal yang menjadikan mereka bahagia, dan bersedih dengan sesuatu yang telah membuat mereka sedih,” ucap Imam Ghazali.

Menurut Imam Ghazali, seharusnya setiap orang berpikir bagaimana mewujudkan kepentingan dan dunia makhluk Allah, dan bagaimana cara menolak apa yang membahayakan urusan agama dan dunia mereka. “Bahkan, seumpama seekor lalat jatuh ke wajah salah seorang dari mereka, tentu kau akan bersedih hati,” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, sepatutnya menjaga seorang mukmin secara syar’i itu lebih kau sukai daripada sekian kali pergi haji dan perang. Menurut dia, sebaiknya engkau lebih memilih kehormatan suadaramu daripada kehormatanmu sendiri, dan memilih kehinaan dirimu daripada kehinaan saudaramu.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA