Ahad 22 Nov 2020 17:00 WIB

10 Hari Dirawat Intensif, Bidan di Tulungagung Meninggal

Bidan di Tulungagung tersebut dinyatakan positif Covid-19 pada 13 November 2020.

Ilustrasi Covid-19. Seorang bidan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur meninggal setelah dirawat intensif di ruang isolasi Covid-19, Jumat (20/11).
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Seorang bidan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur meninggal setelah dirawat intensif di ruang isolasi Covid-19, Jumat (20/11).

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Seorang tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai bidan di Tulungagung, Jawa Timur meninggal dunia akibat Covid-19 pada Jumat (20/11). Bidan tersebut hampir 10 hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Ahad, pasien dirawat dengan gejala demam tinggi disertai batuk kering. Komplikasi diabetes mellitus memperberat kondisinya.

Baca Juga

"Status STR (konfirmasi positif Covid-19) kami rilis pada 15 November dan lima hari kemudian yang bersangkutan meninggal," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung Galih Nusantoro.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmad menjelaskan, bidan tersebut berdinas di salah satu puskesmas kecamatan. Almarhumah sempat mengalami gejala sesak napas disertai dengan dan batuk kering selama dua hari. Pada 13 November, hasil tes usap yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

"Dari hasil tracing yang dilakukan oleh petugas, terdapat satu orang kontak erat pasien yang juga dinyatakan positif Covid-19," katanya.

Kasus kematian tenaga kesehatan karena Covid-19 ini adalah kedua di Tulungagung. Sebelumnya, seorang perawat senior di RSUD dr. Iskak juga meninggal setelah terpapar virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19. Kasus tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam kurun dua bulan.

Sesuai data terbaru, hingga 21 November 2020, total kasus Covid-19 di Kabupaten Tulungagung mencapai 528 pasien. Dari jumlah tersebut, 503 pasien di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan 20 lainnya masih menjalani perawatan serta karantina.

Sebanyak lima pasien meninggal dunia, dua di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Sementara persentase kesembuhan pasien mencapai 95,2 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement