Sabtu 21 Nov 2020 17:06 WIB

RS PKU Solo Kembangkan Layanan Penyakit Pembuluh Darah

Sejak didirikan pada 1927, RS PKU Solo terus mengembangkan layanan untuk masyarakat.

Rep: binti sholikah/ Red: Hiru Muhammad
Dalam memperingati Milad ke-93 RS PKU Muhammadiyah Solo dan Milad ke-108 Muhammadiyah, RS PKU Solo berbagi kebahagiaan dengan membagikan suvenir berupa paket masker, hand sanitizer dan tambahan makanan sehat untuk pasien rawat inap dan rawat jalan yang berobat di RS tersebut pada Rabu (18/11).
Foto: Humas RS PKU Solo
Dalam memperingati Milad ke-93 RS PKU Muhammadiyah Solo dan Milad ke-108 Muhammadiyah, RS PKU Solo berbagi kebahagiaan dengan membagikan suvenir berupa paket masker, hand sanitizer dan tambahan makanan sehat untuk pasien rawat inap dan rawat jalan yang berobat di RS tersebut pada Rabu (18/11).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo berencana mengembangkan diri menjadi rumah sakit yang memberikan layanan unggulan untuk penyakit pembuluh darah. Sejak didirikan pada 1927, RS PKU Solo terus mengembangkan layanan untuk masyarakat.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo, Mardiatmo, mengatakan, ketika didirikan pada masa penjajahan saat itu, RS PKU Solo masih berupa Balai Pengobatan Mata. Kemudian berkembang lagi berubah menjadi Rumah Sakit Bersalin. Lalu maju lagi akhirnya tahun 1986 sudah bisa berdiri menjadi rumah sakit umum. Saat itu, layanan unggulan yakni persalinan, yang tidak sakit, cepat dan Islami.

Kemudian rumah sakit mengembangkan diri pada layanan bidang onkologi yaitu ilmu kanker dan berkembang pesat. Saat ini, RS PKU Solo sudah mempunyai tiga kamar operasi mayor dan dua kamar operasi minor. Selain itu, mempunyai dokter spesialis kanker dari bedah, spesialis kanker dari obstetri, spesialis kanker dari pembuluh darah, spesialis kanker dari darah."Berkembang sampai sekarang, kami ingin mengajukan program unggulan yang lain, kami ingin mengembangkan pembuluh darah," kata Mardiatmo kepada wartawan, Rabu (18/11).

Menurutnya, detail rencana tersebut termaktub dalam Rencana Strategis (Renstra) periode 2018-2024. Mardiatmo menjabarkan, langkah pertama dari rencana tersebut berupa renovasi dan penambahan kamar operasi untuk meningkatkan kualitas layanan.

Jumlah kamar operasi semula hanya tiga kamar mayor dan dua kamar minor ditingkatkan menjadi tujuh kamar operasi teater. Jumlah tersebut terdiri dari lima kamar operasi mayor, dua kamar minor dan satu kamar operasi kotor untuk melayani operasi darurat dengan cepat dan khusus. "Semuanya kami upayakan berstandar internasional. Satu kamar operasi harganya Rp 5 miliar," ungkapnya.

Tahapan yang akan dikerjakan pada 2021 nanti berupa pembangunan tujuh teater kamar operasi. Selain itu, tahun depan rumah sakit juga akan menambah peralatan untuk operasi.

"Maka unggulan kami penyakit pembuluh darah, nanti berkembang lagi menjadi jantung dan pembuluh darah. Sehingga nanti operasi jantung, pemasangan ring dan sebagainya akan bisa dikerjakan di rumah sakit ini, karena kami sudah menjadi rumah sakit jantung dan pembuluh darah," paparnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement