Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Berkeliling ke Taman Jurug Bisa Lewat Virtual

Sabtu 21 Nov 2020 14:04 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani

Petugas merawat satwa koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai melonggarkan aturan bagi anak-anak di atas usia lima tahun untuk mengunjungi TSTJ dan wahana wisata dan tempat pubik lainnya, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Petugas merawat satwa koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai melonggarkan aturan bagi anak-anak di atas usia lima tahun untuk mengunjungi TSTJ dan wahana wisata dan tempat pubik lainnya, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Foto: Maulana Surya/ANTARA
Wisata dapat dilakukan secara daring melalui virtual tur.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Masyarakat kini bisa berkeliling di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo tanpa harus datang ke wahana konservasi satwa tersebut. Wisata dapat dilakukan secara daring melalui virtual tur.

Video Virtual Tour di TSTJ ini merupakan kerja sama antara TSTJ dan PT Titra Investama Pabrik Klaten. Peluncuran video virtual tour tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2020, Kamis (19/11).

Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan, gagasan dari munculnya inovasi tersebut agar di masa pandemi Covid-19 anak-anak bisa tetap mendapatkan edukasi tentang konservasi.

"Video dengan teknologi VR 360 ini diharapkan akan memberikan sensasi tersendiri bukan hanya sekedar melihat video namun seakan hadir langsung di TSTJ," ucapnya seperti tertulis dalam siaran pers, Jumat (20/11).

Pandemi Covid-19 diklaim sangat berdampak terhadap lembaga konservasi di Jawa Tengah yang memiliki 975 jenis satwa dilindungi, 983 jenis satwa tidak dilindungi, 32 spesies alga, 98 spesies anggrek, 126 spesies paku-pakuan, dan lebih dari 1.777 jenis pohon. Lembaga konservasi sebagi sarana edukasi bagi masyarakat dianggap penting menjaga kelestarian flora dan fauna dalam kehidupan.

Inovasi virtual tour di TSTJ diharapkan bisa menjadi alternatif wisata edukasi dimasa pandemi Covid-19 dan dapat mendorong lembaga lainya termotivasi untuk membuat hal yang serupa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA