Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

FPI Duga Konvoi Koopsus TNI di Petamburan Atas Restu Jokowi

Jumat 20 Nov 2020 17:13 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Andri Saubani

Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Menurut Munarman, Koopsus TNI unit baru yang hanya bisa digerakkan oleh Presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyoroti peristiwa melintasnya kendaraan taktis (rantis) milik pasukan elite Komando Operasi Pasukan Khusus (Koopsus) TNI di dekat markas FPI, Jalan Petamburan, Jakarta. Ia menyebut, pasukan Koopsus bergerak atas restu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu dari Koopsus. Ini unit baru (di tubuh TNI). Dan yang bisa gerakkan pasukan ini hanya Presiden," kata Munarman kepada Republika, Jumat (20/11).

Munarman juga membantah klaim Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD Mayjen TNI Dudung Abdurachman terkait mobilisasi pasukan elite tersebut. Dudung sebelumnya menyebut, kendaraan taktis yang melintas itu dibawa anak buahnya yang berasal dari Komando Garnisun Tetap I/Jakarta (Kogartap I/Jakarta).

"Jelas di mobilnya yang patroli itu ada tulisan Komando Pasukan Khusus. Jangan ikut-ikutan jadi pembohong dia (Dudung)," kata Munarman.

Munarman juga menyoroti pengerahan pasukan itu dari sisi regulasi. Dia mengatakan, terdapat dua jenis tugas TNI sebagaimana diatur dalam UU 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pertama, operasi militer perang. Kedua, operasi militer selain perang (OMSP).

Dalam pasal 74 UU tersebut dinyatakan bahwa OMSP dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara, yaitu Presiden. "Nah dengan pengerahan Koopsus ke Petamburan, rakyat tentu tahu, itu perang atau bukan?" kata dia.



Menurut dia, rakyat sudah tahu motif di balik pengerahan pasukan ini. Rakyat tentu juga tahu siapa yang bisa memerintahkan pelaksanaan OMSP.

"Jadi, untuk OMSP yang berwenang menggerakkan adalah Presiden. Dengan demikian, artinya prioritas Presiden saat ini adalah operasi militer selain perang terhadap FPI tho," kata Munarman menegaskan.

Sebelumnya, viral sebuah video pendek yang menampilkan sejumlah rantis melintas di Petamburan. Rantis warna hitam pekat bertuliskan “KOOPSUS” itu juga sempat berhenti di depan Markas FPI selama beberapa detik. Saat berhenti, sirene dari rantis itu terus meraung-raung.

Saat apel gelar pasukan persiapan pilkada dan banjir di Silang Monas pada Jumat pagi,  Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyebut, pasukan yang melintas itu adalah anak buahnya. Tujuannya melintas di sana adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

photo
Habib Rizieq Shihab - (republika)


Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA