Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

BNPB: 1.857 Bencana Terjadi Sejak Maret Hingga November

Kamis 19 Nov 2020 20:19 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Hiru Muhammad

Warga mencari barang-barang di reruntuhan rumah akibat terjangan banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Warga mencari barang-barang di reruntuhan rumah akibat terjangan banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Bencana yang terbanyak terjadi adalah banjir dengan jumlah kejadian 639.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.857 bencana terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 hingga 19 November 2020.  Bencana yang terbanyak terjadi adalah banjir dengan jumlah kejadian 639.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, 639 kejadian banjir  selama Maret hingga 19 November 2020 mengakibatkan korban jiwa. "Sebanyak 99 jiwa meninggal, 17 orang hilang, 152 luka-luka, dan 111.138 orang mengungsi," kata Raditya ketika dihubungi Republika, Kamis (19/11).

Selain itu, ia menyebutkan 26 kejadian gelombang pasang atau abrasi yang mengakibatkan 283 orang mengungsi. Kemudian 14 kejadian gempa bumi yang mengakibatkan 27 orang luka-luka, dan 497 mengungsi. Kemudian 238 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan dua orang luka-luka, kemudian 28 kejadian kekeringan, lima letusan gunung api yang mengakibatkan satu orang luka-luka. Kemudian 557 kejadian puting beliung yang mengakibatkan 11 jiwa meninggal dunia, enam hilang, 95 luka-luka, dan 881 mengungsi.

Kemudian 350 kejadian tanah longsor mengakibatkan 92 jiwa meninggal dunia, 60 orang luka-luka, dan 1.773 orang mengungsi. "Total ada 1.857 kejadian, 202 jiwa meninggal dunia, 23 hilang, 337 orang luka-luka, dan 114.572 mengungsi," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA