Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Masyarakat Diimbau Lengkapi Imunisasi Dasar Anak

Kamis 19 Nov 2020 19:45 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Seorang siswi mendapatkan vaksin tetanus dan difteri SDN Tangerang 1, Kota Tangerang, Banten, Kamis (19/11/2020). Program imunisasi kepada pelajar di Kota Tangerang terus berjalan guna menjaga kesehatan anak dari serangan penyakit dan meningkatkan imunitas tubuh terlebih di masa pandemi COVID-19.

[Ilustrasi] Seorang siswi mendapatkan vaksin tetanus dan difteri SDN Tangerang 1, Kota Tangerang, Banten, Kamis (19/11/2020). Program imunisasi kepada pelajar di Kota Tangerang terus berjalan guna menjaga kesehatan anak dari serangan penyakit dan meningkatkan imunitas tubuh terlebih di masa pandemi COVID-19.

Foto: ANTARA/Fauzan
Imunisasi dasar agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Vensya Sitohang mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi dasar anak. Hal ini agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

Vensya mengatakan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi mulai meningkat pada masa pandemi. Hal ini lantaran menurunnya angka imunisasi dasar lengkap. 

Baca Juga

"Pelayanan imunisasi pada masa pandemi Covid-19 memang sangat terdampak terhadap pelaksanannya di fasilitas kesehatan, baik posyandu, puskesmas, dan rumah sakit. Jadi tidak heran penyakit yang bisa dicegah baik pada masa pandemi COVID-19 atau setelah masa pandemi berakhir itu penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin terjadi peningkatan kasus," kata Vensya dalam keterangannya pada video yang diputar pada acara Forum Merdeka Barat 9 secara daring yang dipantau di Jakarta, Kamis (19/11).

Vensya mengatakan pemerintah tetap berupaya agar cakupan program imunisasi dasar lengkap pada anak bisa terpenuhi seperti masa sebelum pandemi. Dia mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar tetap aman saat proses imunisasi.

"Prinsipnya adalah tetap melakukan protokol kesehatan, menjaga jarak, pakai masker, petugas kesehatan memakai masker, orang tua pakai masker, dan harus disediakan tempat cuci tangan pakai sabun dan air mengalir ataupun juga hand santizer," kata dia.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi mengatakan peningkatan kasus penyakit yang bisa dicegah diimunisasi. Sebab, tidak terjadi kekebalan kelompok di masyarakat pada suatu penyakit.

"Kalau tidak imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap maka antibodi atau zat kekebalan tubuhnya tidak ada atau tidak mencapai kadar optimal untuk melindungi anak tersebut. Saya mengimbau pada semua orang tua untuk melengkapi imunisasi dasar anaknya sampai sembilan bulan dan melengkapi juga sampai usia 18 bulan. Dengan imunisasi anak kita tetap sehat," kata Hartono.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA