Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Ridwan Kamil Hapus Aplikasi Muslim Pro

Kamis 19 Nov 2020 14:56 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani

Muslim Pro

Muslim Pro

Foto: AhlulBayt News Agency
Ridwan Kamil sudah lama menggunakan aplikasi Muslim Pro dan akan menghapusnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera menghapus aplikasi Muslim Pro. Aplikasi populer ini diduga belakangan diketahui telah menjual data pengguna kepada militer Amerika Serikat.

Ridwan Kamil mengakui bahwa aplikasi Muslim Pro sangat bagus dan telah digunakannya sejak lama. Namun mengetahui bahwa aplikasi tersebut telah disalahgunakan, Ridwan Kamil tampak kecewa.

"Saya termasuk pengguna harian apps yang populer ini (Muslim Pro) karena memang bagus sekali. Namun jika disalahgunakan, tentunya itu melanggar hal fundamental yaitu privasi data dan lokasi pengguna," kata Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (19/11).

Ia mengaku telah mengetahui, bahwa pihak Muslim Pro telah membantah tuduhan menjual belikan data pengguna aplikasi Muslim Pro kepada militer AS. Namun meskipun bukan dijual oleh pihak Muslim Pro, kenyataan bahwa pihak ketiga yang menjual kepada Militer AS tetap saja mengkhawatirkan.

"Sudah ada bantahan dari apps Muslim pro. Namun yang diduga menyalahgunakan adalah pihak ke-3 yang terikat kontrak dengan apps ini. Selama hubungan dengan pihak ke-3 terduga ini belum diputus, maka kekhawatiran penyalahgunaan itu masih ada," jelasnya.

Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat khususnya Jawa Barat agar sementara waktu berpindah pada aplikasi lain.

"Sementara mari pindah ke apps yang lain, sampai ada kepastian terkait perlindungan privasi pengguna. Namun apapun itu semua kembali ke pilihan masing-masing. Tugas saya hanya mengingatkan dan memberi perlindungan kepada warga tercinta saya," ucapnya.

Kabar jual beli data lokasi pengguna aplikasi Muslim Pro pertama kali dilaporkan oleh majalah online Motherboard. Menurut Motherboard, aplikasi tersebut dibeli dan digunakan oleh Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), sebuah divisi militer yang bertanggung jawab atas kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, untuk membantu operasi pasukan khusus di luar negeri.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA