Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Liburan di Bali, Robert Susun Program Latihan Persib

Kamis 19 Nov 2020 13:13 WIB

Rep: Hartifiany Praisa/ Red: Agung Sasongko

Tim sepak bola Persib Bandung menyelesaikan porsi latihan di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020). Tim Persib Bandung yang dilatih Robert Rene Alberts kembali menggelar latihan untuk mengembalikan stamina dan kerja sama tim sebagai persiapan kompetisi liga Indonesia jika dimulai kembali usai berhenti akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.

Tim sepak bola Persib Bandung menyelesaikan porsi latihan di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020). Tim Persib Bandung yang dilatih Robert Rene Alberts kembali menggelar latihan untuk mengembalikan stamina dan kerja sama tim sebagai persiapan kompetisi liga Indonesia jika dimulai kembali usai berhenti akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/foc.

Foto: ANTARA/NOVRIAN ARBI
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts berlibur ke Bali.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung. Bukan untuk kembali ke negaranya, Robert memilih untuk liburan di Pulau Bali.

Robert mengaku punya alasan sendiri untuk memutuskan ke Bali. Dia mengaku butuh keluar untuk mencari suasana baru.

Baca Juga

"Semua pemain juga sudah meninggalkan (Bandung) dan tidak ada latihan. Jadi kami membangkitkan diri sendiri, membangun rencana baru lagi untuk mempersiapkan diri kami menyambut Februari mendatang," kata Robert, Rabu (18/11).

Robert mengakui cara ini bisa membantunya untuk susun rencana selama libur kompetisi. Apalagi pemain dalam waktu dekat akan diberi program latihan spesifik setelah sebelumnya melakukan latihan mandiri.

"Tapi itu hanya jika kami tahu kapan kompetisi akan dimulai lagi. Kami tidak bisa melakukan latihan serius lagi dengan tidak ada target atau akan ada pembatalan lagi," kata Robert.

Robert mengakui saat ini pemain sudah cukup tertekan dengan regulasi yang ada. Termasuk tidak adanya kompetisi dan gaji yang hanya 25 persen. Robert pun merasa berat hati melihat kenyataan bahwa banyak pemain yang mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga mereka.

"Jadi terlihat kami seolah menjadi korban meskipun tidak bersalah. Tidak banyak yang bisa kami lakukan karena Covid-19," kata Robert.

Robert pun mengaku iri dengan apa sepak bola yang sudah berjalan di negara lainnya. Dia berharap kompetisi bisa kembali berjalan karena itu adalah satu-satunya cara untuk membangkitkan motivasi pemain.

"Jadi kami harus bersiap, ketika ada lampu hijau, kompetisi akan mulai kembali dan kami harus serius lagi. Sebelumnya kami sudah bekerja dan berlatih secara profesional tapi semuanya batal," tegas Robert.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA