Kamis 19 Nov 2020 09:43 WIB

Bahrain Serukan Israel-Palestina Lanjutkan Perundingan Damai

Kerja sama Bahrain-Israel diharapkan membuka jalan perdamaian Timur Tengah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Bendera Bahrain.
Foto: arab news
Bendera Bahrain.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid al-Zayani menyerukan Israel dan Palestina untuk memulai kembali perundingan damai. Hal itu dia sampaikan saat melakukan kunjungan resmi perdananya ke Israel pada Rabu (18/11).

Dalam pidatonya, al-Zayani mengapresiasi perjanjian normalisasi diplomatik yang telah dicapai Bahrain dan Israel. Dia berharap kerja sama antara kedua negara dapat membuka jalan bagi awal perdamaian di seluruh Timur Tengah.

“Saya terus menekankan, dalam semua pertemuan saya, bahwa untuk mencapai dan mengkonsolidasikan perdamaian seperti itu, konflik Palestina-Israel perlu diselesaikan. Oleh karena itu, saya menyerukan kedua belah pihak berunding guna mencapai solusi dua negara yang layak, seperti yang juga dicari oleh komunitas internasional," kata al-Zayani, dikutip laman Times of Israel.

Presiden Israel Reuven Rivlin turut menyuarakan tentang isu Palestina saat menyambut al-Zayani. “Banyak yang bisa kita lakukan bersama, untuk masa depan semua orang. Dan ketika saya katakan, bahwa kami menginginkan masa depan yang lebih baik untuk semua orang, saya juga menyertakan, tentu saja, tetangga kami Palestina," kata Rivlin.

Rivlin mengatakan normalisasi diplomatik Israel dengan Bahrain merupakan bukti bahwa perdamaian itu bisa dicapai. "Jadi, saya menjelaskan kepada rakyat Palestina bahwa Israel ingin hidup damai di wilayah ini," ujarnya.

Palestina diketahui telah mengecam perjanjian normalisasi diplomatik Israel dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA). Ia memandang hal itu sebagai sebuah pengkhianatan bagi perjuangannya meraih kemerdekaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement