Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Tanpa Penonton, West Ham Kehilangan Pemasukan

Rabu 18 Nov 2020 18:55 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

 Para pemain West Ham merayakan setelah mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan West Ham United di Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, Minggu, 18 Oktober 2020.

Para pemain West Ham merayakan setelah mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan West Ham United di Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, Minggu, 18 Oktober 2020.

Foto: AP/Matt Dunham/AP Pool
West Ham United kehilangan 2 juta Poundsterling per pertandingan.

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Wakil Ketua Klub Liga Premier Karren Brady mengatakan West Ham United kehilangan 2 juta Poundsterling per pertandingan dengan larangan penonton hadir langsung ke stadion akibat Covid-19. Fan belum diperbolehkan hadir ke lapangan sejak liga kembali bergulir pada Juni lalu. Menurut Brady kondisi ini menyulitkan semua klub karena itu dibutuhkan paket penyelamatan finansial.

“Ini fatal bagi semua orang. West Ham kehilangan 2 juta pound per pertandingan karena kehilangan pendapatan tiket dan pendapatan perusahaan. Beberapa klub kehilangan sebanyak 10 juta pound per pertandingan,” kata Brady kepada BBC dilansir dari reuters, Rabu (18/11).

Baca Juga

Ia mengatakan ada banyak klub yang mereka kesulitan untuk membiayai klub dengan tak adanya pemasukan dari penonton. Mereka harus berjuang untuk bertahan sebab bisnis mereka bukan bisnis besar.

Bisnis yang kecil baik itu sepakbola maupun non sepakbola tidak mempunyai cadangan uang banyak sehingga sangat berbahaya ketika salah satu sumber pemasukannya hilang. Dan itu yang dirasakan oleh klub-klub kecil Liga Inggris

Brady frustasi karena hampir semua terhenti yang berkaitan dengan sepakbola.  Ia kecewa dengan kebijakan stadion yang belum diperbolehkan penonton menyaksikan langsung pertandingan sementara tempat hiburan lain sudah mulai dibuka.

"Kami diberitahu awal Maret depan sebelum kami mengizinkan pendukung masuk. Kami harus melakukan segalanya untuk membuat orang merasa aman, memberikan kepercayaan kepada pemerintah bahwa kami dapat menyediakan stadion aman COVID-19 ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA