Rabu 18 Nov 2020 16:18 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Anies Baswedan Malah Raih Penghargaan

Kepala LKPP Roni Dwi Susanto menyerahkan penghargaan kepada Gubernur DKI Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menunjukkan plakat penghargaan yang diterima.
Foto: @anisbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menunjukkan plakat penghargaan yang diterima.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali meraih penghargaan. Kali ini, penghargaan diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kepala LKPP Roni Dwi Susanto langsung menyerahkan penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada Rakornas Pengadaan 2020 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11). Penghargaan didapat Anies, sehari setelah ia diperiksa Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait kerumuman massa di Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11) malam WIB.

"Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta kembali meraih penghargaan. Provinsi DKI Jakarta dinilai sebagai pemerintah daerah dengan inovasi pengadaan yang mendukung transparansi belanja pengadaan," kata Anies dikutip dari akun Facebook miliknya.

Menurut Anies, Republik Indonesia dan Kota Jakarta harus dibangun dengan semangat gotong royong. Pihaknya menerjemahkan visi tersebut menjadi berbagai terobosan atau inovasi pengadaan oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi (BPPBJ) DKI Jakarta.

"Salah satu terobosan tersebut adalah e-Order. https://eorder-bppbj.jakarta.go.idInovasi PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) untuk belanja UMKM s/d 50 juta dengan menggunakan e-Order," ujar Anies.

Marketplace yang diluncurkan sejak tahun lalu ini, kata dia, membuka ruang bagi UMKM untuk ikut menikmati PBJ di Indonesia. Anies menjelaskan, pengadaan 22 juta masker kain untuk seluruh warga Ibu Kota di masa awal pandemi Covid-19 juga dimungkinkan melalui e-Order.

"Kita terus mendorong kolaborasi warga dalam pengadaan barang dan jasa. Jika selama ini pemerintah melaksanakan sendiri program-programnya dan warga menunggu dilayani saja (City 1.0), sekarang kami bisa mengajak warga menjadi mitra pemerintah, bersama-sama menyelesaikan masalah kotanya. Ini yang kita sebut sebagai City 4.0, kota kolaborasi," kata Anies.

Dia melanjutkan, dengan kolaborasi tentu saja membuat yang dikerjakan Pemprov DKI semakin akuntabel dan transparan. Anies menjanjikan, DKI Jakarta terus menjadi barometer dalam pelayanan sistem teknologi terkini, membangun sistem aplikasi kota cerdas (smart city), serta memberikan pelayanan yang efektif, cepat dan mudah.

"Terima kasih atas kolaborasi LKPP RI selama ini, kita berharap bisa terus kembangkan dan mendorong lebih luas keterlibatan warga. Dengan pendekatan pembangunan seperti ini harapannya dapat mencapai tujuan kita: keadilan sosial."

Penghargaan yang diraih Pemprov DKI melengkapi deretan prestasi Anies. Sebelumnya, Pemprov DKI menyabet Sustainability Transport Award (STA) 2021 yang diberikan Institute for Transportation and Development (ITDP) terkait inovasi integrasi antarmoda di Jakarta.

Selama Oktober 2020, Pemprov DKI juga meraih juara pertama setelah aplikasi Jakarta Kini (JAKI) memenangkan kompetisi nasional Indonesia Entrepreneur TIK 2020 yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga merebut sembilan penghargaan dalam ajang Anugerah Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2020.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement