Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Southgate: Pemain Timnas Inggris Ditekan oleh Klub

Rabu 18 Nov 2020 16:05 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih kepala Inggris Gareth Southgate, kiri, berbicara dengan para pemainnya selama pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Belgia dan Inggris di stadion King Power di Leuven, Belgia, Minggu, 15 November 2020.

Pelatih kepala Inggris Gareth Southgate, kiri, berbicara dengan para pemainnya selama pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Belgia dan Inggris di stadion King Power di Leuven, Belgia, Minggu, 15 November 2020.

Foto: AP/Francisco Seco
Klub ditengarai khawatir para penggawa mereka bakal cedera.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate menyebut para pemainnya ditekan oleh klub masing-masing karena membela negaranya selama jeda internasional. Klub ditengarai khawatir para penggawa mereka bakal cedera karena jadwal 'Three Lions' yang begitu padat. 

Di tengah pandemi Covid-19, jadwal pertandingan sepak bola cenderung lebih padat dari biasanya. Kondisi fisik pun menjadi isu yang sensitif karena pemain harus tampil untuk klub dan negara di waktu yang berhimpitan. 

Hal ini membuat Southgate angkat bicara bahwa beberapa pemainnya yang termasuk ke dalam timnas Inggris, mendapat tekanan dari klub sehingga berada di situasi yang sulit. 

"Mereka berada di bawah tekanan dari klub. Hal ini benar-benar terjadi. Entah kabar ini layak untuk publik atau tidak, tapi realitanya seperti itu," katanya seperti dilansir ESPN, Rabu (18/11). 

Southgate tidak bisa berbuat banyak karena pemainnya berasal dari berbagai klub top Eropa yang juga menghadapi jadwal padat. Ia juga harus menerima keadaan ketika satu per satu pemainnya tumbang akibat cedera. 

Jordan Henderson, Raheem Sterling, Ben Chilwell, dan Trent Alexander-Arnold dikabarkan cedera ketika berseragam timnas Inggris. 

Di satu sisi, Southgate menyinggung Liga Primer Inggris yang lebih terbuka karena jadwal yang padat. Menurutnya, kompetisi lokal lebih dinamis karena tim-tim papan bawah perlahan merangkak ke atas klasemen. 

"Kita tidak hanya melihat dua atau tiga klub sebagai pesaing titel juara. Tapi, ada enam sampai tujuh klub dengan kesempatan yang besar," ucapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA