Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Di Depan Pengusaha, Mentan Syahrul: Saya Nggak Suka Impor

Rabu 18 Nov 2020 15:54 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan untuk membentuk pemuda kreatif harus dengan teknologi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan untuk membentuk pemuda kreatif harus dengan teknologi.

Foto: Kementan
Karena tak bisa menutup diri dari produk luar, pengusaha harus meningkatkan kualitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di depan para pengusaha, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan tidak menyukai kebijakan importasi pangan. Terlebih, untuk komoditas pangan yang bisa diproduksi di dalam negeri.

"Terus terang saya tidak suka dengan impor, selama menjadi kepala daerah saya tegas menolak itu," kata Syahrul dalam Jakarta Food Security Summit Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) Indonesia ke-5 yang digelar secara virtual, Rabu (18/11).

Baca Juga

Hanya saja, ia mengakui, setiap negara tidak bisa menutup diri dari produk luar negeri, termasuk untuk pangan. Cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan pengusaha hanya dengan meningkatkan kualitas dan daya saing produk dalam negeri.

Adanya kualitas yang berdaya saing diharapkan akan mampu melawan serbuan barang impor. "Orang kalau impor, dagang kertas dapat uang banyak tidak berkeringat. Itu hal yang saya tidak setuju seperti itu," ujarnya.

Syahrul pun meminta kepada para pengusaha yang tergabung di dalam Kadin agar bisa berkomitmen mendukung pemerintah dan sektor pertanian dalam negeri untuk membenahi kualitas dan produktivitas. Hal itu, menurut dia, hanya bisa dilakukan dengan memperkuat riset dan penelitian pertanian oleh sektor swasta.

Kementan, kata dia, saat ini memiliki lebih dari 300 pakar pertanian. Namun, mayoritas masih pada tahap pemuliaan bibit maupun perbanyakan hasil penelitian. Hal itu mendukung kemajuan dalam tahap budidaya pertanian di level hulu.

"Tapi, kalau berhenti disitu, dan pasca panennya tidak disentuh tentu kita tidak bisa bersaing," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA