Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

La Liga Tetapkan Batasan Gaji Klub-Klub Spanyol

Rabu 18 Nov 2020 09:04 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

La Liga Spanyol

La Liga Spanyol

Foto: playsarea.com
Barcelona dan Valencia menjadi klub yang diwajibkan melakukan pemotongan terbesar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- La Liga mengurangi batas gaji klub-klub Spanyol lebih dari 590 juta euro karena dampak finansial yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Barcelona dan Valencia menjadi klub yang diwajibkan melakukan pemotongan terbesar. Mereka diperkirakan akan memangkas gaji sekitar 40 persen pada musim ini, dengan Real Madrid dan Atletico Madrid masing-masing membutuhkan penyesuaian hanya 27 persen.

Karena pengurangan tersebut, presiden liga Javier Tebas mengharapkan pasar transfer musim dingin yang sangat tenang untuk klub-klub Spanyol. Dia juga mengingatkan, dampak ini kemungkinan akan berlangsung selama beberapa musim lagi.

"Penting bagi kami semua untuk memahami bahwa akan sulit bagi pemain baru untuk bergabung dengan klub," kata Tebas. "Mereka sekarang ingin mengurangi biaya. Beberapa klub harus menjual pemain atau mengurangi gaji mereka. Tidak ada pilihan lain." 

Baca Juga

Tebas meminta klub mematuhi aturan. Klub diharapkan tidak melanggar batasan gaji karena situasi yang tidak biasa disebabkan oleh pandemi. Dia memperingatkan, klub itu sendiri yang pada akhirnya merasakan konsekuensi keuangan dari pengeluaran berlebihan.

Batas gaji untuk 20 klub di divisi pertama telah diturunkan menjadi 2,4 miliar euro dari 2,9 miliar euro sebelum pandemi melanda musim lalu. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah kontrol keuangan liga untuk mengurangi utang klub dan menjaganya tetap sehat secara finansial.

Setiap klub memiliki batasan gaji berbeda yang dihitung berdasarkan serangkaian faktor yang meliputi pendapatan, biaya, dan utang.

Barcelona akan memiliki hampir 383 juta euro untuk pembayaran gaji, turun dibandingkan dengan 671 juta euro pada musim lalu. Madrid musim ini menjadi 468 juta, turun dari 641 juta euro tahun lalu. Sementara Atletico akan memiliki lebih dari 252 juta euro untuk dibelanjakan, sementara Sevilla hampir 186 juta euro.

"Bukan karena Barcelona dan Valencia tidak dikelola dengan baik," kata Tebas. "Mereka terpengaruh secara berbeda dari klub lain. Tidak ada yang bisa meramalkan situasi ini." 

Valencia menjual beberapa pemain topnya pada jendela transfer terakhir, dan Barcelona telah menegosiasikan penyesuaian gaji dengan para pemainnya. Tebas memuji semua klub Spanyol dan mengatakan mereka telah bertindak secara bertanggung jawab mengingat situasi saat ini.

"Klub melakukan apa yang harus mereka lakukan, ini adalah tahun yang tidak biasa," kata Tebas. "Ini akan mempengaruhi beberapa musim lagi, tapi mudah-mudahan kami akan berada dalam situasi yang lebih baik dibandingkan dengan kompetisi Eropa lainnya," ujarnya.

Alokasi gaji di Spanyol dapat digunakan untuk pemain, pelatih, dan pemain akademi, dengan tujuan untuk memberikan stabilitas finansial yang lebih baik kepada 42 tim di dua divisi teratas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA