Selasa 17 Nov 2020 23:15 WIB

Warga Madiun Terinfeksi Covid-19 Mencapai 189 Orang

Warga yang terinfeksi Covid-19 bertambah dua orang pada Selasa (17/11)

Petugas memeragakan penangangan jenazah pasien COVID-19.
Foto: SISWOWIDODO/ANTARA
Petugas memeragakan penangangan jenazah pasien COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menyatakan jumlah warga setempat yang terinfeksi virus corona bertambah dua orang sehingga total kasus COVID-19 di wilayah ini mencapai 189 orang, naik dari sebelumnya 187 orang. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, tambahan dua pasien baru tersebut, terdaftar sebagai kasus nomor 188 yang terkonfirmasi pada Senin (16/11) dan kasus nomor 189 yang terkonfirmasi pada Selasa (17/11).

"Kasus terkonfirmasi kembali bertambah di Kota Madiun. Hingga Selasa (17/11) kasus terkonfirmasi menjadi 189 orang," ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah dalam keterangannya di Madiun, Selasa malam.

Baca Juga

Sesuai data, kasus terkonfirmasi nomor 188 berinisial LR (28) seorang perempuan warga Kelurahan Sukosari. LR merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Madiun.

Bedasarkan hasil pelacakan Satgas COVID-19 setempat, LR sempat kontak erat dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif di rumah sakit tempatnya bekerja.

LR juga sempat mengeluhkan demam, batuk, pilek, dan anosmia (menurunnya indera penciuman) beberapa hari setelahnya. Berstatus sebagai kontak kasus, LR lalu menjalani swab test hingga hasilnya diketahui terkonfirmasi COVID-19. LR kini menjalani isolasi di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Madiun saat ini.

Kemudian, kasus nomor 189 berinisial RS (56) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Sukosari. RS merupakan pekerja yang bekerja di Surabaya, namun pulang ke Kota Madiun setiap minggunya. Selain rutin perjalanan ke Kota Pahlawan, RS juga memiliki riwayat perjalanan ke Kediri beberapa waktu yang lalu.

RS sempat mengeluh batuk dan sesak nafas sehingga dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Madiun dan diberi obat jalan. Namun, keluhan tak kunjung membaik. RS kembali memeriksakan diri ke dokter dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19. Rapid test dilakukan dan hasilnya reaktif.

"Begitu juga dengan hasil swab test yang menunjukkan hasil positif COVID-19. RS saat ini menjalani isolasi di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Madiun," kata Aflah.

Dengan tambahan dua kasus konfirmasi baru tersebut, maka hingga Selasa ini terdapat 189 warga Kota Madiun terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah tersebut, 152 orang sembuh, sembilan orang meninggal, empat isolasi mandiri, dan 24 orang lainnya dalam perawatan. Pemkot Madiun terus berupaya mengajak warganya disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement