Selasa 17 Nov 2020 09:33 WIB

Walmart Lepas Saham Mayoritas di Seiyu

Walmart menyisakan sahamnya di Seiyu sebesar 15 persen.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Perusahaan ritel Walmart Inc menjual 85 persen sahamnya di ritel Jepang Seiyu ke KKR & Co dan Rakuten. Perusahaan AS itu menyisakan sahamnya di Seiyu sebesar 15 persen.
Perusahaan ritel Walmart Inc menjual 85 persen sahamnya di ritel Jepang Seiyu ke KKR & Co dan Rakuten. Perusahaan AS itu menyisakan sahamnya di Seiyu sebesar 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan ritel Walmart Inc menjual 85 persen sahamnya di ritel Jepang Seiyu ke KKR & Co dan Rakuten. Perusahaan AS itu menyisakan sahamnya di Seiyu sebesar 15 persen.

Perusahaan investasi KKR & Co akan memiliki 65 persen saham Seiyu, sementara Rakuten menyerap 20 persen. KKR dan Rakuten akan membawa keahlian mereka dalam e-commerce dan pemasaran digital global untuk memperkuat Seiyu pada era belanja digital yang semakin meningkat. 

Direktur Lionel Desclee akan terus memimpin Seiyu selama periode transisi. Sebuah dewan akan dibentuk, terdiri dari perwakilan dari KKR, Rakuten dan Walmart, dan seorang CEO baru.

Transaksi tersebut, dengan tunduk pada persetujuan regulator, diharapkan selesai pada kuartal pertama 2021. Bentonville, Walmart yang berbasis di Arkansas, yang juga menjalankan toko di Eropa dan bagian lain Asia, memasuki pasar Jepang dengan pembelian saham kecil di Seiyu pada 2002, berjanji untuk membawa harga rendah setiap hari ke Jepang. Seiyu menjadi perusahaan grup Walmart pada 2008.

Pasar ritel Jepang sering kali menjadi tantangan bagi pemain asing, dan kedatangan Walmart disambut dengan skeptisisme sejak awal.

Pembeli Jepang cenderung ribet dan terkadang menghindari produk yang dipandang murah atau berkualitas buruk. Tetapi tren itu telah berubah dengan cepat, dan toko diskon semakin populer karena lebih banyak orang Jepang mencari penawaran.

"Kami berharap dapat mempercepat transformasi digital ritel fisik dan mortir Seiyu dan selanjutnya menggabungkan yang terbaik dari ritel offline dan online," kata Senior Eksekutif Rakuten Kazunori Takeda.

Didirikan pada 1963, Seiyu memiliki lebih dari 300 toko di seluruh Jepang yang mempekerjakan lebih dari 34 ribu orang. Membukukan pendapatan tahun fiskal 2020 sebesar 524 miliar dolar AS, Walmart mempekerjakan lebih dari 2,2 juta rekan, sebutan untuk pekerjanya, di seluruh dunia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement