Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Guru Besar UI Minta Masyarakat Sabar Tunggu Vaksin

Selasa 17 Nov 2020 06:21 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ani Nursalikah

Guru Besar UI Minta Masyarakat Sabar Tunggu Vaksin. Seorang petugas Indonesia yang mengenakan alat pelindung menyuntik pengunjung saat simulasi imunisasi COVID-19 di Depok, Jawa Barat, Indonesia, 22 Oktober 2020. Setidaknya 2.200 orang relawan di seluruh negeri akan menerima vaksin penyakit COVID-19 pada akhir tahun 2020. Pemerintah Indonesia akan memantau kesehatan fisik secara rutin dan jika uji coba terbukti berhasil, pemerintah akan memproduksi 250 juta dosis vaksin pada tahun 2021.

Guru Besar UI Minta Masyarakat Sabar Tunggu Vaksin. Seorang petugas Indonesia yang mengenakan alat pelindung menyuntik pengunjung saat simulasi imunisasi COVID-19 di Depok, Jawa Barat, Indonesia, 22 Oktober 2020. Setidaknya 2.200 orang relawan di seluruh negeri akan menerima vaksin penyakit COVID-19 pada akhir tahun 2020. Pemerintah Indonesia akan memantau kesehatan fisik secara rutin dan jika uji coba terbukti berhasil, pemerintah akan memproduksi 250 juta dosis vaksin pada tahun 2021.

Foto: EPA/Bagus Indahono
Vaksin memiliki efektivitas mencapai 90 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrany meminta masyarakat bersabar menunggu vaksin Covid-19 tersedia di Indonesia. Selama vaksin belum tersedia, kata dia, masyarakat harus bisa menahan diri tidak melanggar aturan batasan sosial, seperti berkerumun.

Hasbullah yang juga tengah melakukan kajian pembiayaan Covid-19 bersama Kemenkes ini mengatakan, masyarakat yang tidak mampu mendapatkan vaksin wajib dibantu pemerintah. Sedangkan bagi masyarakat yang mampu seharusnya membeli secara mandiri.

"Jangan semua orang minta dibayari. Bagi yang mampu, janganlah, malu-maluin aja," katanya saat berbincang dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro dalam acara Perhitungan Rugi-Rugi Kena Penyakit.

Baca Juga

Ia mengatakan, vaksinasi bertujuan agar masyarakat yang mendapatkan vaksin, tidak akan tertular dan tidak menularkan kepada orang lain. Nantinya jika vaksin telah disediakan pemerintah, ia berharap agar masyarakat mematuhi.

Vaksin memiliki efektivitas mencapai 90 persen. Artinya, dari 10 orang yang divaksinasi, sembilan orang tidak terkena Covid-19. Sedangkan satu orang yang mungkin terkena Covid-19, tidak sampai jadi penyakit. Bahkan ditambah penerapan 3M, maka masyarakat dapat terlindungi.

"Kalau terus kita jaga bersama-sama, Insya Allah dari 1.000 orang cuma satu yang sakit," kata Hasbullah.

Menurut Hasbullah, upaya pencegahan penularan infeksi Covid juga sejalan dengan ajaran agama apa pun. Bagi yang beragama Islam, bisa belajar dari surat Al Kahfi. Pada sejarah Nabi Harun dan Nabi Musa yang rela merusak perahunya sehingga tidak diambil para perampok.

"Lebih baik rusak sedikit, itu kan cost-nya. Kalau kita imunisasi, itu biaya imunisasi, korban sedikit tetapi akhirnya selamat nanti. Jadi itu hitungan cost benefit yang sudah ada," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA