Senin 16 Nov 2020 23:13 WIB

Bertambah, 106 Santri Ponpes di Depok Positif, Covid-019

Satri yang positi dipulangkan dulu.ke rumahnya.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi Al-Quran dan Berdzikir COVID-19
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi Al-Quran dan Berdzikir COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, melaporkan perkembangan kasus Covid-19 dari hasil tes swab ke para santri pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. "Terjadi penambahan jumlah santri yang mengalami positif mencapai 106 orang. Dengan penambahan itu, maka total kasus Covid-19 mencapai 147 orang. Sebelumya ada penambahan kasus sebanyak 41 orang," ujar Juru Bicara (Jubir) Tim GTPPC Kota Depok, Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (16/11).

Dia menambahkan, pihaknya telah menerima konfirmasi hasil swab test dari RSUI yang dilakukan terhadap para santri. "Jadi ada 221 orang dilakukan swab test dan hasil yang sudah keluar 170 orang. Hasilnya 106 orang positif dan sisanya negatif," terang Dadang.

Baca Juga

Dia menjelaskan, pada rencana awal akan di lakukan tes sebanyak 241 orang. Namun ada sejumlah ustadz yang berasal dari luar kota tidak hadir melakukan tes swab. Sesuai hasil rapat bersama, Ponpes tersebut dijadikan tempat isolasi khusus. 

Untuk yang positif dari hasil swab pertama dan hasil swab kedua dipisahkan. "Begitupun bagi yang hasil swabnya belum keluar kami pisahkan juga dari yang positif," jelasnya.

Dadang mengungkapkan, hasil dari rapat bersama dan sesuai permintaan Ponpes, santri yang hasilnya negatif dapat dipulangkan namun diberikan form pengisian identitas. Nantinya yang dipulangkan akan mendapatkan pengawasan dari tim GTPPC tempat asal santri. 

"Santri yang dipulangkan umumnya berasal dari wilayah Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Santri yang dipulangkan dari luar wilayah Depok, akan mendapatkan pemantauan dari tim GTPPC tempat santri berasal. Untuk yang di wilayah Depok akan dimonitor di setiap puskesmas untuk mengetahui perkembangan santri,” ungkapnya.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement