Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Tim MTQ Syahril Quran Kaltim Tampil Beda dengan Beat Box

Senin 16 Nov 2020 18:13 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah

Tim MTQ Syahril Quran Kaltim Tampil Beda dengan Beat Box. Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) tampil beda saat perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII cabang Syahril Quran. Tiga orang perwakilan Kaltim, yakni Zulfikar, Aji Nurferdian, dan Diki Andika Putra menampilkan kebolehannya di cabang Syahril Quran dengan memasukkan seni beat box.

Tim MTQ Syahril Quran Kaltim Tampil Beda dengan Beat Box. Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) tampil beda saat perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII cabang Syahril Quran. Tiga orang perwakilan Kaltim, yakni Zulfikar, Aji Nurferdian, dan Diki Andika Putra menampilkan kebolehannya di cabang Syahril Quran dengan memasukkan seni beat box.

Foto: Panitia MTQ Nasional ke-XXVII
Tim Syahril Quran Kaltim berharap bisa maju hingga final.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) tampil beda saat perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII cabang Syahril Quran. Tiga orang perwakilan Kaltim, yakni Zulfikar, Aji Nurferdian, dan Diki Andika Putra menampilkan kebolehannya di cabang Syahril Quran dengan memasukkan seni beat box.

"Saya sudah persiapkan penampilan dengan memasukkan beat box sejak jauh-jauh hari. Semoga kami bisa melaju sampai babak final," kata Zulfikar, Senin (16/11).

Seni beat box merupakan salah satu bentuk seni yang menghasilkan bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, dan tiruan dari bunyi-bunyian lainnya dari mulut, lidah, bibir, dan rongga-rongga ucap. Perlombaan cabang Syahril Quran MTQ ke XXVIII ini diadakan di Gedung Serba Guna Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang.

Baca Juga

Zulfikar menyebut timnya sudah menyiapkan materi yang akan ditampilkan di MTQ Nasional ke-28 sejak dua bulan lalu. Zulfikar mengaku sempat gugup sebelum tampil.

Tapi ia bersyukur, saat tampil ia bersama rekannya Aji Nurferdian dan Diki Andika Putra tampil percaya diri. Zulfikar berharap ia bersama rekannya mampu menjadi juara supaya dapat kembali ke kampung halaman dengan bangga.

Pelatih Syahril Quran Kaltim, Wiwik Angranti mengatakan timnya mendapat tema mengenai etika berkomunikasi di media sosial. Dari tema tersebut, mereka mengumpulkan materi dari buku-buku referensi dan isu-isu terkini. Wiwik menilai media sosial memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat.

"Baik untuk kemudahan akses informasi. Tapi dampaknya juga mengkhawatirkan bagi generasi muda bila luput dari pengawasan. Itu yang disampaikan tim kami saat tampil," ujar Wiwik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA