Selasa 17 Nov 2020 01:00 WIB

Pangeran Harry Ddidesak Hentikan Kesepakatan dengan Netflix

Istana Buckingham marah karena Netflix bahas keluarga kerajaan di The Crown.

Pangeran Harry dikabarkan memiliki kesepakatan senilai 100 juta dolar AS dengan Netflix.
Foto: EPA
Pangeran Harry dikabarkan memiliki kesepakatan senilai 100 juta dolar AS dengan Netflix.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Duke of Sussex dan Meghan Markle didesak untuk menghentikan kesepakatan bernilai jutaan dolar dengan Netflix setelah mengundang kemarahan pihak Istana Buckingham. Pihak Istana naik pitam karena pihak Netflix tidak hanya membahas keluarga kerajaan dalam acara The Crown, tetapi juga hubungan Putri Diana dan Pangeran Charles.

Atas alasan itu, para analis lalu meminta Pangeran Harry untuk membatalkan kesepakatan dengan Netflix. Kolumnis Emily Andrews seperti dilansir Express UK, pada Senin, mengatakan, "Dengan menandatangani kesepakatan dengan Netflix, Pangeran Harry dan Meghan terlihat mendapat keuntungan besar dari distorsi kebenaran perusahaan tentang Keluarga Kerajaan."

Baca Juga

Menurut dia, kesepakatan antara Pangeran Harry dan Netflix yang bernilai 100 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1,4 triliun akan membantu finansial Harry. Tetapi, dia mempertanyakan keputusan adik Pangeran William itu mengambil keuntungan dari memperdagangkan keluarganya.

"Hal ini seperti menciptakan kembali bom teroris Irlandia yang membunuh Lord Mountbatten dan tiga orang lainnya? Hal ini seakan mengungkit pernikahan pahit orang tua Harry dan William," kata dia.

Sebelumnya, seorang orang dalam Keluarga Kerajaan mengaku bingung mengapa Pangeran Harry terikat dengan perusahaan yang memproduksi acara tentang ibunya dalam penggambaran yang buruk. Orang dalam lainnya, mengecam sang pangeran karena tidak akurat menceritakan kisah Keluarga Kerajaan. Ada juga yang mengatakan Pangeran William tidak terlalu senang dengan penggambaran hubungan Diana dan Charles dalam acara itu.

"Dia (Pangeran William) merasa kedua orang tuanya sedang dieksploitasi dan ditampilkan dengan cara yang salah untuk menghasilkan uang," kata dia yang tak disebut namanya itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement